Indonesia Peringkat Pertama Dunia dalam Kebahagiaan dan Kesejahteraan Multidimensi
Sains
Neurosains and Psikologi
22 Jun 2025
279 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Indonesia menempati peringkat pertama dalam kategori kesejahteraan di dunia, mengalahkan banyak negara maju.
Kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh hubungan sosial dan makna hidup.
Studi ini menunjukkan bahwa negara dengan pendapatan rendah hingga menengah dapat memiliki performa tinggi dalam kesejahteraan individu.
Sebuah penelitian besar yang dilakukan oleh Harvard University dan dipublikasikan dalam jurnal Nature Mental Health menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan atau 'flourishing' tertinggi di dunia. Studi ini melibatkan lebih dari 203.000 orang dari 22 negara yang berbeda dan menilai berbagai aspek kebahagiaan dan kesehatan.
Kesejahteraan di sini diukur menggunakan beberapa faktor, termasuk kesehatan fisik dan mental, kebahagiaan, makna hidup, hubungan sosial, keamanan finansial, dan nilai spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia unggul terutama di bidang hubungan sosial dan karakter pro-sosial, yang berarti masyarakatnya memiliki komunitas yang erat dan saling mendukung.
Selain Indonesia, negara lain yang juga masuk dalam peringkat tinggi adalah Israel, Filipina, dan Meksiko. Sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris justru berada di posisi lebih rendah. Menariknya, meskipun Jepang adalah negara kaya dengan harapan hidup tinggi, masyarakatnya justru memiliki skor paling rendah dalam aspek hubungan sosial.
Para peneliti menekankan bahwa kesejahteraan bukanlah hanya soal uang atau kesehatan fisik saja. Hal terpenting adalah adanya makna dalam hidup dan hubungan sosial yang kuat. Penelitian ini juga menyatakan bahwa seiring bertambahnya usia, tingkat kesejahteraan cenderung meningkat.
Studi ini menjadi pengingat penting bahwa negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah, seperti Indonesia, bisa menunjukkan kinerja tinggi dalam hal kebahagiaan dan kesejahteraan menyeluruh. Ini membuktikan bahwa kekayaan materi bukan satu-satunya kunci untuk hidup bahagia dan bermakna.


