TLDR
Hibridisasi memainkan peran penting dalam evolusi kentang. Kentang dan tomat memiliki hubungan genetik yang lebih dekat dari yang diperkirakan sebelumnya. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang asal-usul kentang dan pentingnya umbi dalam pertanian. Penelitian terbaru yang dipimpin oleh ilmuwan dari Tiongkok menemukan hubungan genetik kuno antara kentang dan tomat, dua tanaman yang sangat berbeda. Mereka menggunakan analisis genom untuk menelusuri evolusi kentang hingga sembilan juta tahun yang lalu.Peneliti menemukan bahwa nenek moyang tomat melakukan hibridisasi dengan sekelompok tanaman mirip kentang yang tidak memiliki umbi, yang dikenal sebagai etuberosum. Proses ini dianggap penting dalam perkembangan umbi kentang yang kini menjadi sumber pangan utama.Hasil studi menunjukkan bahwa semua varietas kentang yang dibudidayakan dan 107 spesies liar kentang berasal dari peristiwa spesiasi hibrida kuno ini. Pembentukan umbi kentang sebagai bagian inovatif tanaman juga memiliki akar genetik dari hibridisasi tersebut.Kentang adalah makanan pokok ketiga yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah beras dan gandum. Lebih dari satu miliar orang mengonsumsi kentang sebagai bagian dari pola makan mereka, menunjukkan pentingnya penemuan ini untuk pertanian dan ketahanan pangan global.Studi ini dipublikasikan di jurnal Cell dan membuka jalan baru untuk memahami bagaimana umbi kentang terbentuk dan berkembang. Pengetahuan ini dapat membantu penelitian lanjutan dalam meningkatkan varietas kentang untuk masa depan.