Uber Dorong Pengemudi Beralih ke Mobil Listrik dengan Insentif Besar
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
23 Okt 2025
70 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Uber berfokus pada pengembangan mobil listrik untuk mengurangi emisi karbon.
Insentif yang signifikan diberikan kepada pengemudi untuk beralih ke mobil listrik.
Fitur BAM diharapkan dapat mengatasi kekhawatiran pengemudi mengenai daya tahan baterai kendaraan listrik.
Dulu, Uber pernah menjadi perusahaan transportasi online terbesar yang aktif di Indonesia. Namun karena persaingan yang semakin ketat, Uber memutuskan menjual bisnisnya di Asia Tenggara terutama ke Grab pada tahun 2018 dan fokus di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Kini, Uber mengembangkan teknologi mobil listrik untuk mengurangi polusi dan mendukung lingkungan.
Uber terbaru mulai mengganti layanan taksi mereka menjadi sepenuhnya menggunakan mobil listrik dengan nama Uber Electric. Mereka memberikan insentif sebesar Rp 66.80 ribu (US$4.000) atau sekitar Rp66,5 juta agar pengemudi mau beralih menggunakan mobil listrik, baik yang baru maupun bekas.
Selain itu, Uber menghadirkan fitur pencocokan berbasis baterai (Battery-Aware Matching/BAM) yang membantu pengemudi mobil listrik untuk hanya mengambil pesanan yang bisa dijangkau dengan sisa baterai mereka. Fitur BAM ini sudah tersedia untuk mobil-mobil listrik dari merek seperti Kia, Hyundai, Ford, Nissan, Volkswagen, dan Mercedes-Benz di berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Kanada.
Pengemudi Uber juga bisa mendapat tambahan insentif sebesar Rp 16.70 juta (US$1.000 k) etika membeli mobil listrik melalui platform TrueCar. Di sisi penumpang, Uber memberikan diskon perjalanan listrik sebesar 20% hingga maksimal Rp 133.60 miliar (US$8 m) enggunakan kode GOELECTRIC20 untuk mendorong mereka memilih layanan ramah lingkungan.
Langkah Uber ini bertepatan dengan penghapusan kredit pajak federal untuk mobil listrik di Amerika Serikat, sehingga insentif dari Uber menjadi solusi membantu pengemudi menghadapi kondisi baru tersebut. Dengan strategi ini, Uber ingin mempercepat transisi ke kendaraan ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon global.
Analisis Ahli
Elon Musk
Pengembangan kendaraan listrik dan insentif untuk pengemudi sangat penting untuk mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi.Mary Barra
Kemitraan antara produsen mobil dan platform ride-hailing adalah kunci keberhasilan inisiatif kendaraan listrik dengan dukungan teknologi seperti BAM.

