Tarif AS Baru Tekan Pasar Asia dan Picu Gelombang Profit Taking Bitcoin
Finansial
Mata Uang Kripto
01 Agt 2025
160 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif baru dari AS berdampak signifikan pada pasar Asia dan cryptocurrency.
Profit taking di Bitcoin menunjukkan pola yang sama dengan fase sebelumnya dalam siklus bull.
Minat investor di AS mulai berkurang, terlihat dari pergeseran premium di Coinbase.
Pasar saham di Asia, termasuk indeks Nikkei 225 dan KOPSI Seoul, dibuka melemah akibat pengumuman tarif baru oleh pemerintahan White House, yang juga berdampak pada harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Data menunjukkan bahwa sekitar Rp 4.34 triliun ($260 juta) posisi long Bitcoin telah dilikuidasi dalam 4 jam terakhir, menandakan adanya tekanan besar dari investor yang mengambil keuntungan seiring harga Bitcoin turun sekitar 2.3%.
Laporan CryptoQuant mengungkapkan adanya gelombang besar ketiga dalam siklus bullish Bitcoin 2023-2025, dengan realisasi keuntungan mencapai Rp 100.20 ribu ($6) -8 miliar dan aksi jual besar-besaran oleh whale dan investor jangka pendek.
Selain Bitcoin, whale Ethereum dan stablecoin juga merealisasikan keuntungan hingga Rp 668.00 miliar ($40 juta) per hari, memperkuat tren rotasi modal di pasar kripto yang kini lebih berhati-hati dari sisi risiko makroekonomi.
Para analis pasar menyebut bahwa setelah gelombang profit taking seperti ini biasanya akan ada periode konsolidasi selama 2-4 bulan sebelum tren kenaikan harga berlanjut, dengan kondisi pasar yang masih menunggu katalis makro yang jelas.
Analisis Ahli
Tyler Winklevoss
Memiliki kekhawatiran serius terhadap pilihan Trump untuk memimpin CFTC, yang dapat membuat regulasi kripto menjadi lebih ketat dan memperberat kondisi pasar.