Mengembangkan Drone Hemat Energi dengan Terbang ala Burung Albatros
Teknologi
Robotika
31 Jul 2025
42 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Drone yang terinspirasi oleh albatros dapat meningkatkan efisiensi energi dalam penerbangan.
Penerapan biomimikri dalam teknologi penerbangan memberikan solusi inovatif yang terinspirasi oleh alam.
Soaring dinamis adalah teknik yang memungkinkan albatros terbang jauh tanpa banyak usaha, dan ini bisa diterapkan pada drone.
Profesor Sameh Elsa dan timnya mengembangkan drone yang terinspirasi dari albatros, burung besar yang mampu terbang sangat lama tanpa mengibaskan sayapnya. Mereka meneliti bagaimana burung ini menggunakan prinsip dynamic soaring untuk menghemat energi selama penerbangan.
Albatros memanfaatkan angin dengan cara berputar menghadap angin untuk naik, lalu meluncur dengan kecepatan meningkat berkat gravitasi dan angin yang mereka manfaatkan. Siklus ini berulang terus-menerus sehingga mereka bisa terbang berjam-jam tanpa melelahkan sayapnya.
Penelitian menunjukkan albatros mampu merencanakan jalur terbang yang sangat kompleks secara real-time, sesuatu yang komputer pun sulit menirunya dalam waktu cepat. Ini menunjukkan betapa efisien dan canggihnya cara alami mereka terbang.
Dengan dana dari DARPA, tim sedang bekerja untuk membuat drone yang bisa mengadopsi cara albatros ini agar lebih hemat energi dan bisa terbang lama tanpa mengandalkan daya baterai secara cepat habis. Ini akan menjadi terobosan besar dalam teknologi kendaraan udara tanpa awak.
Profesor Elsa percaya bahwa alam telah mengoptimalkan cara terbang selama jutaan tahun, dan meniru proses alami ini adalah contoh engineering terbaik yang bisa menguntungkan manusia di masa depan.
Analisis Ahli
Sameh Elsa
Menggambarkan dynamic soaring sebagai sistem extremum-seeking alami yang belum mampu disaingi oleh komputer canggih dalam optimasi jalur penerbangan secara real-time.


