Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bakteri Gusi Porphyromonas gingivalis Bisa Sebabkan Gangguan Irama Jantung AFib

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (9mo ago) health-and-medicine (9mo ago)
20 Jun 2025
55 dibaca
1 menit
Bakteri Gusi Porphyromonas gingivalis Bisa Sebabkan Gangguan Irama Jantung AFib

Rangkuman 15 Detik

Menjaga kesehatan mulut dapat berdampak positif pada kesehatan jantung.
Pengobatan periodontal dapat mencegah translocation P. gingivalis yang berpotensi menyebabkan masalah jantung.
Penelitian lebih lanjut tentang P. gingivalis dapat mengarah pada strategi pengobatan baru untuk atrial fibrillation.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit gusi yang dikenal sebagai periodontitis dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung atrial fibrilasi (AFib) hingga 30 persen. Hal ini disebabkan oleh bakteri mulut berbahaya yang dapat menyebar dari gusi ke jantung melalui aliran darah. Studi pada tikus yang diinfeksi bakteri Porphyromonas gingivalis mengungkap bahwa bakteri ini dapat masuk ke bagian atrium kiri jantung, menyebabkan pembentukan jaringan parut yang mengganggu sinyal listrik jantung, sehingga meningkatkan kemungkinan AFib. Peneliti juga menemukan bakteri ini pada jaringan jantung pasien manusia yang menderita AFib, di mana jumlah bakteri sebanding dengan tingkat keparahan penyakit gusi mereka. Temuan ini menguatkan adanya hubungan langsung antara infeksi gusi dan kesehatan jantung. Para ahli menyarankan bahwa menjaga kebersihan mulut dan melakukan perawatan periodontal dapat menghambat masuknya bakteri berbahaya ini ke dalam darah dan jantung, yang berpotensi mencegah atau mengurangi risiko AFib. Ke depannya, penelitian akan fokus mempelajari bagaimana P. gingivalis memengaruhi sel-sel otot jantung dan mencari strategi pengobatan baru. Upaya kolaborasi medis dan gigi juga direncanakan untuk membantu pengobatan penyakit jantung secara menyeluruh.

Analisis Ahli

Shunsuke Miyauchi
P. gingivalis tak hanya menyebabkan penyakit gusi; translasinya ke jantung memperburuk fibrosis dan risiko AFib, sehingga perawatan periodontal sangat penting dalam pencegahan penyakit jantung.