Bakteri Rumah Sakit Bisa Mengurai Plastik Medis, Ancaman Baru Infeksi
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
12 Mei 2025
137 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pseudomonas aeruginosa memiliki kemampuan untuk mendegredasi plastik medis, yang dapat memengaruhi infeksi rumah sakit.
Degradasi plastik oleh bakteri dapat memperkuat pembentukan biofilm, menyulitkan pengobatan infeksi.
Penelitian ini menyoroti perlunya pengembangan plastik yang lebih tahan terhadap degradasi mikroba dalam produk medis.
Penelitian terbaru dari Brunel University London menemukan bahwa bakteri Pseudomonas aeruginosa, yang sering menyebabkan infeksi tahan antibiotik di rumah sakit, dapat mendegradasi plastik medis bernama polycaprolactone (PCL). Plastik ini biasa digunakan dalam peralatan medis seperti perban, stent, dan jahitan yang larut.
Bakteri ini memiliki enzim khusus, Pap1, yang mampu menghancurkan sekitar 70% sampel PCL dalam satu minggu. Lebih dari itu, bakteri menggunakan plastik tersebut sebagai sumber makanan, yang memungkinkan bakteri bertahan lebih lama pada permukaan rumah sakit dan alat medis.
Ketika PCL dipecah oleh bakteri, produk degradasinya membantu membentuk biofilm yang kuat. Biofilm ini adalah lapisan bakteri yang keras dihilangkan dan menyebabkan infeksi sulit diobati dengan antibiotik biasa, sehingga berisiko mengancam pasien dengan alat medis yang tertanam.
Penemuan ini membuat para peneliti menyarankan perlunya mengembangkan plastik medis yang tahan terhadap degradasi mikroba, serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada bakteri lain yang mungkin memiliki kemampuan serupa untuk memakan plastik medis lainnya seperti polyethylene terephthalate dan polyurethane.
Kesimpulannya, plastik yang selama ini dianggap aman dan tahan lama dalam lingkungan rumah sakit ternyata bisa menjadi sumber makanan bagi bakteri patogen. Ini membuka tantangan baru dalam pengendalian infeksi dan penggunaan bahan dalam dunia medis modern.
Analisis Ahli
Ronan McCarthy
Kemampuan bakteri ini untuk menguraikan plastik menjelaskan mengapa beberapa wabah rumah sakit sulit diatasi dan menunjukkan perlunya pengembangan bahan medis yang lebih tahan mikroba.


