Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AlterEgo: Perangkat Wearable yang Membantu Berkomunikasi Hanya dengan Pikiran

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (6mo ago) gadgets-and-wearable (6mo ago)
18 Sep 2025
121 dibaca
2 menit
AlterEgo: Perangkat Wearable yang Membantu Berkomunikasi Hanya dengan Pikiran

Rangkuman 15 Detik

AlterEgo adalah perangkat inovatif yang memungkinkan komunikasi tanpa suara.
Teknologi ini menggunakan sinyal neuromuscular dan tidak invasif, menjadikannya lebih aman daripada antarmuka otak-komputer tradisional.
Perangkat ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi pasien dengan kondisi yang mempengaruhi kemampuan berbicara.
AlterEgo adalah sebuah teknologi wearable yang dikembangkan untuk memungkinkan penggunanya berkomunikasi secara diam hanya dengan berpikir kata-kata tanpa mengucapkannya secara keras. Perangkat ini ditempatkan di sekitar telinga dan memanfaatkan AI untuk menerjemahkan sinyal elektrik dari otot berbicara sehingga komunikasi dapat terjadi secara langsung dengan internet atau sistem lain tanpa suara. Berbeda dengan teknologi brain-computer interface lainnya seperti Neuralink yang membutuhkan implan otak, AlterEgo menggunakan sinyal neuromuskular dari otot di wajah yang biasa digunakan saat berbicara. Sinyal ini dapat ditangkap walaupun wajah tidak bergerak, sehingga tidak memerlukan operasi atau alat medis invasif. Awal pengembangan AlterEgo dimulai pada tahun 2018 di MIT Media Lab dengan versi alat yang masih besar dan terbatas. Seiring kemajuan teknologi AI di bidang pengenalan suara, alat ini kemudian dibuat lebih kecil dan lebih fungsional hingga dapat mengakses internet dan menyediakan informasi secara diam. Selain untuk penggunaan umum, AlterEgo sedang diuji coba untuk membantu pasien dengan gangguan berbicara seperti ALS dan multiple sclerosis yang mengalami kesulitan berkomunikasi. Teknologi ini memanfaatkan sinyal otot yang masih ada meskipun pasien tidak dapat berbicara dengan jelas, meski alat ini tidak efektif untuk pasien yang benar-benar tidak bisa menggerakkan otot sama sekali. Menurut para ahli, meski teknologi ini menjanjikan dan lebih aman dari segi privasi dibanding perangkat pengenalan suara lainnya, masih ada pertanyaan tentang kemampuannya dalam penggunaan komersial secara luas, terutama karena efektivitasnya tergantung pada kemampuan pengguna mengontrol otot artikulasi seiring perkembangan kondisi medis.

Analisis Ahli

Howard Chizeck
Teknologi ini tampak realistis dan mengurangi risiko privasi dibanding perangkat seperti Alexa, namun masa depan komersialnya masih diragukan karena keterbatasan pada kemampuan kontrol otot pengguna.