Google Setuju Ikuti Kode Etik AI Uni Eropa, Meta Tolak Dengan Alasan Kuat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Jul 2025
44 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google berkomitmen untuk menandatangani kode praktik AI Uni Eropa, sementara Meta menolak untuk melakukannya.
AI Act Uni Eropa dianggap memiliki potensi dampak negatif terhadap pengembangan AI di Eropa.
Perusahaan AI harus mematuhi peraturan baru yang ketat terkait penggunaan AI dan risiko yang terkait.
Google telah sepakat untuk menandatangani kode etik AI sukarela yang diterbitkan oleh Uni Eropa, yang bertujuan membantu para pengembang AI untuk mematuhi regulasi AI terbaru Uni Eropa yang dikenal sebagai AI Act. Ini terjadi menjelang berlakunya aturan baru pada tanggal 2 Agustus yang mengatur model AI berisiko tinggi.
Sementara itu, Meta menolak untuk menandatangani kode tersebut dan mengkritik regulasi AI Uni Eropa sebagai bentuk intervensi yang berlebihan. Meta merasa bahwa kebijakan tersebut dapat menghambat perkembangan AI di Eropa karena aturan yang ketat dan birokrasi yang panjang.
Kode etik AI ini mendesak perusahaan pengembang untuk memberikan dokumentasi yang diperbarui tentang produk AI mereka, memastikan bahwa data pelatihan tidak berasal dari konten bajakan, dan menghormati permintaan pemilik konten untuk tidak menggunakan karya mereka dalam dataset AI.
AI Act sendiri melarang beberapa penggunaan AI yang dianggap berisiko tidak dapat diterima, seperti manipulasi perilaku kognitif dan sistem penilaian sosial. Regulasi ini juga menetapkan kategori penggunaan AI dengan risiko tinggi, seperti pengenalan biometrik dan penggunaan AI di bidang pendidikan dan pekerjaan.
Kent Walker, Presiden Urusan Global Google, meskipun mendukung kode etik yang diperbaiki, tetap mengkhawatirkan bahwa regulasi ini bisa memperlambat pengembangan AI, menghambat inovasi di Eropa, dan berpotensi membocorkan rahasia dagang perusahaan, sehingga dapat merugikan daya saing Eropa.
Analisis Ahli
Kate Crawford
Regulasi seperti AI Act adalah langkah penting untuk menetapkan standar etika dalam pengembangan AI, tetapi harus diimbangi agar tidak membatasi kemampuan inovasi yang krusial bagi perkembangan teknologi.Andrew Ng
Batasan yang terlalu ketat bisa memperlambat kemajuan AI, namun kepatuhan terhadap regulasi juga perlu agar teknologi ini bertanggung jawab dan tidak menciptakan risiko sosial.

