Meta Tolak Kode Praktik AI Uni Eropa, Sebut Regulasi Hambat Inovasi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
18 Jul 2025
187 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta menolak untuk menandatangani Kode Praktik AI Uni Eropa, mengklaim bahwa regulasi tersebut akan menghambat inovasi.
AI Act bertujuan untuk mengatur penggunaan AI dengan menetapkan klasifikasi risiko dan persyaratan bagi pengembang.
Perusahaan teknologi besar lainnya juga menentang regulasi ini, tetapi Uni Eropa tetap pada jadwal implementasinya.
Meta, salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia, menolak untuk menandatangani kode praktik AI yang diterbitkan oleh Uni Eropa. Kode ini merupakan bagian dari upaya Uni Eropa mengatur teknologi kecerdasan buatan secara ketat melalui regulasi AI Act yang akan mulai berlaku pada 2 Agustus 2024.
Joel Kaplan, kepala urusan global Meta, menilai regulasi Uni Eropa ini terlalu ketat dan dapat memperlambat perkembangan model AI mutakhir, bahkan menghambat potensi perusahaan Eropa yang ingin mengembangkan bisnis di bidang AI.
Kode praktik AI ini meminta perusahaan untuk rutin memberikan dokumentasi tentang alat AI mereka, melarang pelatihan AI menggunakan konten bajakan, dan harus menghormati permintaan pemilik konten untuk tidak menggunakan karya mereka dalam data pelatihan.
Selain Meta, beberapa perusahaan teknologi besar lain termasuk Alphabet, Microsoft, Mistral AI, dan OpenAI juga mengkritik regulasi ini dan meminta penundaan penerapannya. Namun, Komisi Eropa tetap berpegang pada jadwal yang telah ditetapkan.
Regulasi AI Act membagi penggunaan AI menjadi beberapa kategori risiko, termasuk melarang penggunaan yang dianggap berisiko sangat tinggi secara eksplisit dan mengatur penggunaan risiko tinggi dalam sektor biometrik, pendidikan, dan pekerjaan, guna memastikan keamanan dan etika penggunaan AI di masa depan.
Analisis Ahli
Stuart Russell (Profesor AI di UC Berkeley)
Regulasi AI sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan teknologi, dan penolakan perusahaan besar menunjukkan perlunya dialog lebih baik antara pembuat aturan dan pengembang teknologi.Cynthia Rudin (Profesor ilmu komputer dan AI di Duke University)
Kode praktik seperti yang diterapkan Eropa bisa menjadi standar global jika diikuti dengan konsisten, membantu menciptakan lingkungan AI yang bertanggung jawab.

