Perbedaan Regulasi ETF Kripto AS dan Hong Kong: Dampak Penebusan In-Kind
Finansial
Mata Uang Kripto
30 Jul 2025
200 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Hong Kong lebih cepat dan jelas dalam mengatur produk ETF crypto dibandingkan dengan AS.
In-kind redemptions yang diizinkan di Hong Kong membantu menghindari kontradiksi kebijakan yang terjadi di AS.
Pengawasan dan regulasi yang ketat penting untuk menjaga integritas pasar crypto.
Baru-baru ini, SEC di Amerika Serikat memberikan izin kepada investor untuk melakukan penebusan langsung dalam bentuk bitcoin dan ether pada ETF kripto, sebuah langkah yang sebelumnya belum dilakukan karena banyak kekhawatiran terkait keamanan dan manipulasi pasar. Sedangkan di Hong Kong, hal ini sudah diterapkan sejak akhir 2023 dengan aturan yang ketat, sehingga proses peluncuran ETF di sana berjalan lebih lancar.
Perbedaan utama antara regulasi AS dan Hong Kong adalah bahwa Hong Kong mewajibkan kerjasama dengan bursa kripto lokal berlisensi serta penggunaan solusi kustodian yang terpercaya, sehingga mereka mampu mengizinkan penebusan in-kind sejak awal tanpa banyak kontroversi. Sementara itu, SEC di AS memilih pendekatan yang lebih hati-hati, membatasi penebusan hanya secara tunai untuk mencegah risiko yang belum teruji.
Kritik terhadap SEC muncul dari dalam, contohnya Komisaris Mark Uyeda yang mempertanyakan mengapa kripto diperlakukan berbeda dengan ETF komoditas lain seperti emas yang sudah menggunakan sistem penebusan in-kind. Ia memperingatkan bahwa kurang jelasnya alasan di balik keputusan cash-only dapat menyebabkan preseden buruk di masa depan.
Satu efek samping penting dari penebusan in-kind adalah kesulitan dalam melacak aliran dana ETF, karena pembelian dalam bentuk fisik bitcoin atau ether tidak menghasilkan aliran kas keluar atau masuk yang mudah dipantau. Hal ini menjadi tantangan bagi pengamat pasar dan agregator data seperti SoSoValue yang berusaha untuk mengestimasi arus investasi dengan model baru namun belum sepenuhnya berhasil.
Di pasar aset, harga bitcoin dan ether mengalami rebound moderat dengan momentum yang masih lemah akibat berbagai tekanan makro seperti menguatnya dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter ketat. Sementara itu, pasar saham AS sedikit melemah dan harga emas naik menjelang rapat Federal Reserve, yang mencerminkan ketidakpastian investor terhadap kondisi ekonomi saat ini.
Analisis Ahli
Mark Uyeda
Proses SEC dalam melarang penukaran in-kind untuk ETF kripto tidak konsisten dengan praktik standar ETF komoditas lain, menunjukkan kurangnya transparansi dan justifikasi yang memadai.