Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Robot Virginia Tech Bantu Penyandang Disabilitas Membuat Pizza dengan Mudah

Teknologi
Robotika
InterestingEngineering InterestingEngineering
30 Jul 2025
22 dibaca
2 menit
Robot Virginia Tech Bantu Penyandang Disabilitas Membuat Pizza dengan Mudah

Rangkuman 15 Detik

Sistem robotik dapat meningkatkan kualitas hidup orang dengan keterbatasan mobilitas.
Pendekatan yang menggabungkan elemen kaku dan lunak dalam desain robot meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani berbagai jenis objek.
Kolaborasi antara manusia dan robot dalam tugas sehari-hari dapat menciptakan pengalaman yang lebih personal dan menyenangkan.
Bagi orang dengan keterbatasan mobilitas, kegiatan memasak sehari-hari bisa menjadi sangat menantang. Hal sederhana seperti memotong sayuran atau membuka toples kadang sulit dilakukan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, para insinyur di Virginia Tech menciptakan sebuah sistem robotik yang dirancang khusus untuk membantu tugas tersebut, salah satunya membuat pizza. Robot yang dikembangkan memiliki lengan robotik dengan gripper adaptif yang mampu menangkap objek dengan berbagai ukuran dan tekstur, mulai dari benda berat seperti jerigen hingga bahan makanan yang rapuh dan kecil. Salah satu teknologi yang digunakan adalah bahan perekat yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan dengan mengubah tekanan udara, sehingga robot dapat menggenggam atau melepaskan benda dengan mudah. Saat pengujian awal menggunakan bahan makanan manis seperti es krim sundae, robot sempat mengalami kesulitan dalam menangani bahan kecil seperti taburan permen di atas es krim. Hal ini karena robot biasanya bekerja dengan cara mencubit yang kurang efektif untuk objek-objek seperti itu. Namun dengan pengembangan gripper baru, robot berhasil menyelesaikan tugas tersebut. Tantangan yang lebih kompleks muncul saat robot diuji untuk membangun pizza dari awal, mulai dari mengangkat loyang logam, mengoleskan adonan dan saus, hingga meletakkan topping yang bervariasi. Robot dipadukan dengan pengendali joystick dan sistem AI yang membantu menerjemahkan perintah manusia menjadi gerakan robot yang presisi dan natural. Proyek ini mendapat pendanaan dari National Science Foundation sebesar lebih dari Rp 10.02 miliar ($600,000) dan diharapkan dapat melahirkan robot yang mampu membantu orang dengan disabilitas dalam berbagai tugas harian, sehingga mereka dapat lebih mandiri dan menikmati aktivitas seperti membuat makanan favorit sendiri.

Analisis Ahli

Dylan Losey
Menekankan pentingnya hubungan antara gerakan manusia dan robot agar bantuan yang diberikan terasa alami dan efektif.
Michael Bartlett
Menyoroti inovasi switchable adhesives sebagai terobosan dalam teknologi cengkeraman robotik yang fleksibel.