Uni Eropa Tindak Temu Karena Gagal Lindungi Konsumen dari Barang Ilegal Online
Teknologi
Keamanan Siber
29 Jul 2025
145 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Temu sedang diselidiki oleh Uni Eropa karena dugaan penjualan produk ilegal dan berbahaya.
Uni Eropa menegaskan pentingnya keselamatan konsumen di dunia maya dan kepatuhan terhadap Digital Services Act.
Temu memiliki kesempatan untuk membela diri atau memperbaiki masalah sebelum menghadapi kemungkinan denda.
Uni Eropa tengah menyelidiki perusahaan e-commerce Temu karena diduga gagal melindungi pelanggan dari produk ilegal dan berbahaya di platformnya. Penyelidikan ini dilakukan berdasarkan Digital Services Act, aturan ketat yang dibuat untuk menjaga keamanan konten dan produk di dunia maya.
Komisi Eropa menemukan bahwa Temu tidak melakukan penilaian risiko yang benar terhadap barang-barang yang dijual, sehingga banyak konsumen berisiko mendapatkan produk berbahaya seperti mainan bayi palsu atau elektronik tiruan.
Selain itu, Temu juga dituding menggunakan cara desain yang membuat pelanggan sulit berhenti berbelanja dan gagal mencegah penjualan barang ilegal. Praktik seperti diskon palsu dan ulasan palsu juga menjadi perhatian.
Temu diberi kesempatan untuk merespon dan memperbaiki masalah yang ditemukan oleh Komisi Eropa. Jika gagal, mereka bisa dikenai denda besar sesuai aturan DSA yang sampai 6 persen dari total penjualan tahunan global.
Penyelidikan dan tindakan ini bertujuan untuk melindungi konsumen di Uni Eropa dan memastikan bahwa e-commerce mematuhi aturan yang menjaga keamanan dan kejujuran dalam dunia belanja online.
Analisis Ahli
Henna Virkkunen
Temu belum memenuhi standar penilaian risiko yang ketat yang ditetapkan oleh Digital Services Act, sehingga keselamatan konsumen harus menjadi prioritas utama.

