Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi Terapi Klorin Dioksida untuk Kanker: Harapan atau Bahaya?

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
Wired Wired
24 Jul 2025
161 dibaca
2 menit
Kontroversi Terapi Klorin Dioksida untuk Kanker: Harapan atau Bahaya?

Rangkuman 15 Detik

Terapi klorin dioksida untuk kanker masih sangat kontroversial dan tidak memiliki dukungan bukti ilmiah yang kuat.
Regulasi kesehatan di AS dan negara lain berusaha melindungi pasien dari terapi yang belum terbukti efektif dan aman.
Pasien yang mencari alternatif pengobatan sering kali menghadapi risiko tinggi dan perlu berhati-hati dalam memilih terapi.
Liu, seorang penemu asal China, mengembangkan pengobatan kanker dengan menyuntikkan larutan klorin dioksida berkoncentrasi tinggi langsung ke tumor. Pengobatan ini belum terbukti secara ilmiah dan menimbulkan kekhawatiran akibat efek samping serius, seperti rasa sakit parah dan diduga mempercepat penyebaran kanker pada beberapa pasien. Liu sendiri belum memiliki lisensi medis dan melakukan pembuatan larutan di apartemen pribadinya dengan risiko tinggi. Meski demikian, Liu berupaya memasarkan dan memperkenalkan terapi ini di Amerika Serikat dengan dukungan tali penghubung bisnis dan gerakan alternatif yang dipimpin oleh Robert F. Kennedy Jr., yang mendukung kebebasan pasien mencoba pengobatan tidak terbukti. Namun, tidak ada dukungan atau izin dari FDA yang mengatur uji klinis dan penggunaan obat baru di AS. Banyak ahli medis dan hukum menolak klaim Liu, menegaskan bahwa pengobatan tersebut harus melalui uji klinis dengan persetujuan badan berwenang sebelum dapat ditawarkan kepada pasien. Beberapa pasien dari China, Jerman, dan AS yang telah mencoba terapi ini mengeluhkan efek samping dan komplikasi, meski ada pula yang berharap pengobatan ini bisa menjadi opsi terakhir setelah kehabisan pilihan. Di Jerman, klinik yang menawarkan terapi ini tidak mempromosikannya secara resmi karena statusnya yang tidak legal. Biaya pengobatan sangat mahal, dan klinik mensyaratkan pasien memberikan konsen etis serta telah mencoba semua pengobatan standar. Sementara di AS, Liu mencoba mencari celah hukum serta dukungan politik untuk melegalkan dan menjalankan uji coba pengobatan ini. Secara keseluruhan, pengobatan oleh Liu masih dianggap sebagai pseudoscience atau ilmu semu dengan risiko kesehatan tinggi. Para ahli menegaskan pentingnya regulasi dan uji klinis yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan kanker sebelum dipasarkan secara luas kepada masyarakat.

Analisis Ahli

Alex Morozov
Sampai studi klinis yang ketat dan peer-review diterbitkan, tidak ada dasar ilmiah yang dapat mendukung penggunaan chlorine dioxide untuk pengobatan kanker.
Mary Kohler
Pengiklanan klaim keamanan atau efektivitas produk yang belum mendapat izin FDA adalah pelanggaran hukum yang serius.
Clint Hermes
Liu tampaknya salah paham mengenai hukum 'Right to Try' dan persetujuan FDA, sehingga klaim legalitas pengobatan ini sangat keliru.