Nvidia Dukung Arsitektur Chip Open-Source RISC-V untuk AI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
22 Jul 2025
123 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia mendukung pengembangan arsitektur chip open-source RISC-V.
RISC-V adalah arsitektur yang dikelola oleh RISC-V International dan menawarkan kebebasan untuk modifikasi.
Dukungan CUDA untuk RISC-V dapat memperkuat gerakan open-source dan meningkatkan kecerdasan buatan.
Nvidia, perusahaan chip besar dari Amerika Serikat, mengambil langkah penting untuk mengembangkan arsitektur chip open-source yang bernama RISC-V. Ini adalah jenis arsitektur chip yang bisa digunakan dan dimodifikasi secara bebas oleh siapa saja, berbeda dengan arsitektur yang sebelumnya tertutup dan terbatas penggunaannya.
Langkah Nvidia ini dilakukan dengan mengadaptasi atau mem-porting perangkat lunak CUDA-nya agar bisa berjalan pada chip dengan arsitektur RISC-V. CUDA sendiri adalah platform yang penting untuk menjalankan aplikasi komputasi canggih, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI).
Dengan dukungan ini, chip CPU RISC-V dapat dipakai sebagai inti utama dalam sistem Nvidia. Hal ini berarti Nvidia membuka peluang lebih luas agar arsitektur chip open-source berkembang dan digunakan secara luas di teknologi AI dan komputasi lainnya.
RISC-V pertama kali dikembangkan oleh peneliti di University of California, Berkeley pada tahun 2010 dan sekarang diatur oleh organisasi non-profit yang bernama RISC-V International yang berpusat di Zurich, Swiss. Karena sifatnya yang open-source, ini sangat mendukung ide teknologi yang bebas dan tidak bergantung pada perusahaan tertentu.
Sebelumnya, CUDA hanya mendukung dua arsitektur chip utama, yaitu x86 yang dominan di komputer pribadi dan Arm yang banyak dipakai di smartphone. Dengan Nvidia sekarang mendukung RISC-V, ini jadi kabar baik untuk pengembangan teknologi terbuka yang kini semakin penting di dunia.
Analisis Ahli
Linley Gwennap (analis teknologi chip)
Dukungan resmi Nvidia terhadap RISC-V bisa menjadi titik balik yang mempercepat adopsi arsitektur terbuka ini, memperluas pilihan di pasar chip AI yang sangat kompetitif.

