TLDR
Stellaria bertujuan untuk mengembangkan reaktor nuklir yang inovatif untuk mengurangi limbah nuklir. Reaktor Stellarium mengandalkan prinsip yang sudah terbukti untuk mempercepat pengembangan dan memastikan keselamatan. Perusahaan ini mendapatkan dukungan investasi yang signifikan untuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologinya. Perusahaan startup asal Prancis bernama Stellaria tengah mengembangkan sebuah reaktor nuklir generasi keempat yang menggunakan teknologi garam cair dengan bahan bakar dari garam klorida. Reaktor ini dirancang agar dapat menghasilkan energi bersih sekaligus menghancurkan limbah nuklir jangka panjang lebih banyak daripada yang dihasilkannya.Stellaria berhasil mengumpulkan dana sebesar €33 juta, sebagian berasal dari program pendanaan pemerintah Prancis bernama France 2030. Dengan dana ini, mereka berencana untuk memulai reaksi fisi pertama pada tahun 2029 dan meluncurkan reaktor secara komersial pada tahun 2035.Keunggulan utama reaktor Stellarium ini adalah penggunaan sistem pendinginan pasif dengan konveksi alami dan siklus bahan bakar tertutup, sehingga menjamin keselamatan yang lebih baik dan pengoperasian tanpa perlu pengisian bahan bakar selama lebih dari 20 tahun. Energi yang dihasilkan sangat tinggi, bisa menggerakkan sebuah kota berpenduduk 400.000 orang.Investasi besar datang dari beberapa pihak, termasuk At One Ventures dan Supernova Invest. Para investor tertarik karena teknologi ini menawarkan biaya modal rendah, keamanan tinggi, dan bisa dikembangkan secara cepat di masa depan, cocok untuk industri yang membutuhkan energi stabil dan intensif.Selain mengembangkan teknologi, Stellaria juga fokus pada pengurusan izin di Prancis, perluasan tim riset di Grenoble, serta bekerja sama dengan banyak mitra industri dan ilmiah untuk mempercepat pengujian dan penerapan reaktor di lapangan demi mendukung transisi energi bersih dunia.
Pendekatan minimal inovasi tetapi berfokus pada solusi praktis membuat teknologi ini lebih cepat mencapai tahap komersial dan berpotensi mengubah paradigma pengelolaan limbah nuklir. Namun, tantangan utama tetap pada penerapan regulasi ketat dan kepercayaan publik terhadap keamanan teknologi reaktor baru ini.