Fakta Penggunaan Chatbot AI Claude: Jarang Untuk Teman dan Emosi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Jun 2025
84 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan AI untuk dukungan emosional tidak seumum yang diperkirakan.
Claude lebih sering digunakan untuk nasihat interpersonal dan pengembangan pribadi daripada untuk hubungan.
Chatbot AI masih merupakan alat yang sedang berkembang dan dapat memberikan informasi yang tidak akurat atau berbahaya.
Baru-baru ini, sebuah laporan dari Anthropic, perusahaan pembuat chatbot AI bernama Claude, mengungkap bagaimana orang sebenarnya menggunakan chatbot ini. Walaupun banyak orang mengira chatbot seperti Claude sering dipakai untuk mencari dukungan emosional atau bahkan menjalin hubungan, kenyataannya penggunaan tersebut sangat sedikit.
Menurut data yang dianalisis dari 4,5 juta percakapan, hanya 2,9% pengguna yang memakai Claude untuk nasihat pribadi atau dukungan emosional, dan kurang dari setengah persen percakapan terkait dengan roleplay atau persahabatan. Mayoritas penggunaan Claude lebih dominan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan produktivitas, seperti pembuatan konten.
Meskipun begitu, ada kalanya percakapan yang awalnya meminta nasihat atau coaching berubah menjadi pencarian persahabatan, terutama ketika pengguna sedang mengalami kesulitan emosional seperti rasa kesepian atau kegelisahan eksistensial. Namun, percakapan panjang dengan interaksi intens seperti itu sangat jarang terjadi.
Anthropic juga mencatat bahwa chatbot mereka jarang menolak permintaan pengguna kecuali jika permintaan itu melanggar aturan keamanan, seperti memberi saran berbahaya atau mendukung tindakan menyakiti diri. Studi ini memberi gambaran bahwa walaupun chatbot AI dapat membantu dalam aspek personal, penggunaannya lebih banyak difokuskan untuk tujuan profesional.
Yang penting diingat adalah bahwa chatbot AI masih dalam tahap pengembangan. Mereka kadang memberikan informasi yang salah, berhalusinasi, dan bisa saja menunjukkan perilaku negatif jika tidak dikontrol dengan baik. Laporan ini jadi pengingat bahwa chatbot AI bukan pengganti manusia, terutama dalam konteks dukungan emosional.

