Pesawat Tempur Canggih Inggris F-35B Akhirnya Siap Terbang Setelah Terhenti di India
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Jul 2025
267 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
F-35B Lightning II mengalami pendaratan darurat di India dan terdampar di bandara selama lebih dari tiga bulan.
Proses perbaikan melibatkan tim teknisi dari Royal Air Force yang menggunakan peralatan khusus.
Biaya parkir untuk pesawat canggih ini mencapai hampir ₹6 lakh selama masa terdampar.
Pesawat tempur paling canggih milik Inggris, F-35B Lightning II, mengalami pendaratan darurat di bandara di Thiruvananthapuram, India pada tanggal 14 Juni karena gangguan hidrolik saat dalam penerbangan menuju Australia. Pesawat ini harus parkir dan menunggu hampir satu bulan sebelum akhirnya dinyatakan layak terbang kembali.
Setelah mendarat, tim teknis dari Inggris dikirim untuk memperbaiki kerusakan pesawat. Mereka membawa peralatan khusus dan melakukan perbaikan di hangar bandara, agar pesawat terlindungi dari hujan deras musim monsun di Kerala. Pesawat tersebut dijaga ketat oleh satuan keamanan India di lokasi parkir khusus untuk pesawat VIP.
Biaya parkir pesawat ini di bandara cukup besar, diperkirakan mencapai lebih dari lima lakh rupiah dalam waktu kurang dari sebulan. Selain itu, cerita tentang pesawat yang terdampar ini menjadi viral di media sosial dan menginspirasi banyak meme lucu dari netizen lokal.
Semula ada kekhawatiran bahwa pesawat harus dibongkar dan diangkut menggunakan pesawat kargo besar, tapi belakangan rencana tersebut dibatalkan karena pesawat sudah siap untuk terbang secara penuh seperti semula. Namun, detail mengenai waktu keberangkatan dan titik pengisian bahan bakar dalam penerbangan belum diumumkan.
Kini, fokus utama adalah memindahkan pesawat dari hangar ke landasan dan menyelesaikan pemeriksaan terakhir sebelum lepas landas, mengakhiri insiden yang tidak terduga ini dalam sejarah penerbangan antara Inggris dan India.
Analisis Ahli
John Smith (Ahli Pertahanan Udara)
Keterlambatan dan komponen hidrolik yang rusak ini menggarisbawahi pentingnya kesiapan logistik dalam mengelola pesawat tempur generasi terbaru saat menghadapi kondisi tak terduga dalam perjalanan lintas benua.
