Penemuan Lithium di Eksosfer Merkurius Lewat Gelombang Elektromagnetik
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
20 Jul 2025
172 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan litium di Merkuri menunjukkan adanya aktivitas kimia di permukaan planet tersebut.
Meteoroid berperan penting dalam menghidupkan kembali elemen-elemen yang terdapat di permukaan Merkuri.
Metode deteksi berbasis gelombang dapat digunakan untuk mengeksplorasi elemen langka di planet lain dengan atmosfer tipis.
Selama puluhan tahun, para ilmuwan menyelidiki apakah lithium tersembunyi di eksosfer Merkurius yang sangat tipis. Lithium sulit dideteksi secara langsung karena jumlahnya sangat sedikit dan alat tradisional tidak cukup sensitif.
Alih-alih mencari atom lithium, para peneliti menggunakan cara baru dengan mengamati gelombang elektromagnetik yang dihasilkan saat ion lithium terbentuk dan terbawa oleh angin matahari. Hal ini memungkinkan mereka mendeteksi keberadaan lithium secara tidak langsung.
Data dari misi MESSENGER selama empat tahun dianalisis dan ditemukan 12 kejadian gelombang yang khas untuk ion lithium. Kejadian ini terjadi saat meteoroid menabrak Merkurius dan melepaskan lithium dari permukaan yang ikut terionisasi oleh sinar ultraviolet Matahari.
Penemuan ini menegaskan aktivitas kimia permukaan Merkurius yang terus berlangsung karena dampak meteoroid yang melepaskan elemen-elemen volatil ke eksosfer. Hal ini juga membuktikan bahwa bahan-bahan volatile seperti lithium belum hilang sepenuhnya.
Metode deteksi menggunakan gelombang ion siklotron ini bisa digunakan untuk mempelajari elemen-elemen langka pada objek lain di tata surya yang memiliki atmosfer tipis atau hampir tidak ada, seperti bulan dan asteroid.
Analisis Ahli
Daniel Schmid
Deteksi lithium ini membuktikan bahwa permukaan Merkurius masih aktif secara kimia dan dipengaruhi terus-menerus oleh dampak meteoroid yang melepaskan unsur ke eksosfer.

