AI summary
Mikroba di dalam bumi dapat hidup tanpa sinar matahari dengan memanfaatkan energi dari patahan batu. Gempa bumi dapat menciptakan sumber energi berkelanjutan untuk kehidupan bawah tanah melalui reaksi kimia. Penelitian ini membuka kemungkinan baru untuk memahami kehidupan di planet lain, seperti Mars dan Europa. Para ilmuwan dari Guangzhou Institute of Geochemistry menemukan bahwa mikroba yang hidup jauh di dalam bumi mendapatkan energi dari retakan batu yang disebabkan oleh gempa. Retakan ini memecah molekul air menjadi hidrogen dan oksidan yang sangat penting bagi kehidupan mikroba.Selama ini, diyakini bahwa kehidupan bergantung pada sinar matahari sebagai sumber energi utama. Namun, penelitian ini menunjukkan adanya sumber energi alternatif di kedalaman tanah, dimana sinar matahari tidak dapat mencapai.Penelitian ini menggunakan simulasi laboratorium yang melihat bagaimana batuan kuarsa mengalami dua jenis retakan, yaitu retakan terbuka dan retakan geser, yang memicu reaksi kimia menghasilkan energi bagi mikroba.Reaksi kimia ini juga menciptakan siklus redoks besi yang membantu menjaga keseimbangan energi dan mendukung metabolisme mikroba dalam lingkungan yang sangat ekstrem tersebut. Produksi hidrogen yang dihasilkan sangat melimpah dibanding sumber lain.Selain memberikan wawasan baru tentang kehidupan bawah tanah di bumi, temuan ini juga berpotensi membuka peluang mencari kehidupan di planet lain seperti Mars dan Europa yang memiliki sistem retakan batu serupa.
Penemuan ini sangat revolusioner karena menggeser paradigma bahwa kehidupan tergantung pada energi matahari atau sumber organik permukaan. Saya percaya ini membuka pintu baru bagi eksplorasi biosfer dalam dan ekstraterestrial yang sebelumnya dianggap terlalu ekstrem untuk mendukung kehidupan.