Pencurian Mata Uang Kripto Meningkat Pesat, Bybit Jadi Kasus Terbesar 2025
Finansial
Mata Uang Kripto
18 Jul 2025
282 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pencurian mata uang kripto terus meningkat dengan nilai yang signifikan.
Metode rekayasa sosial menjadi salah satu penyebab utama pencurian.
Perusahaan dan individu perlu menerapkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat untuk melindungi aset mereka.
Pencurian mata uang kripto semakin menjadi perhatian global karena nilai kerugian yang sangat besar sepanjang tahun 2025. Laporan Chainalysis mencatat kerugian lebih dari Rp 35.91 triliun (US$2,15 miliar) , dengan tren ini berpotensi naik hingga Rp 66.80 triliun (US$4 miliar) jika tidak dihentikan.
Indonesia termasuk negara dengan jumlah korban pencurian kripto yang signifikan, bersama dengan Amerika Serikat, Jerman, Rusia, dan negara-negara lainnya. Korban di wilayah seperti Eropa Timur, Timur Tengah, dan Asia Tengah juga mengalami pertumbuhan signifikan.
Kasus peretasan terbesar tahun ini adalah serangan terhadap Bybit yang berasal dari Korea Utara, menyebabkan kerugian Rp 25.05 triliun (US$1,5 miliar) atau 69% dari total pencurian sepanjang tahun ini. Metode yang digunakan terutama rekayasa sosial dan infiltrasi tim TI yang terkait layanan kripto.
Untuk mencegah kesalahan yang lebih besar, perusahaan dianjurkan memperkuat budaya keamanan, rutin melakukan audit, dan melakukan penyaringan ketat terhadap staf agar terhindar dari rekayasa sosial. Sementara itu, individu juga dianjurkan menjaga kerahasiaan aset dan memakai langkah keamanan teknis.
Langkah individu seperti menggunakan dompet dingin atau mengonversi aset ke koin privasi dapat mengurangi risiko pencurian. Dengan kesadaran dan strategi yang tepat, potensi pencurian besar di masa depan dapat diminimalisasi.
Analisis Ahli
Brian Armstrong
Penting bagi platform kripto untuk mengadopsi teknologi keamanan yang canggih dan meningkatkan transparansi agar kepercayaan investor tetap terjaga.Andreas M. Antonopoulos
Perlindungan aset kripto harus dimulai dari individu dengan penggunaan dompet dingin dan praktik keamanan terbaik untuk meminimalisir risiko akibat serangan rekayasa sosial.


