AI summary
Program Invictus bertujuan untuk mengembangkan teknologi hipersonik untuk kendaraan uji. Tantangan utama dalam penerbangan hipersonik adalah mengelola suhu ekstrem. Kerjasama dengan perusahaan dan universitas terkemuka di Inggris akan mendukung pengembangan teknologi ini. European Space Agency (ESA) memulai program riset Invictus untuk mengembangkan kendaraan uji hipersonik yang mampu terbang dengan kecepatan Mach 5. Kendaraan ini dirancang dapat lepas landas secara horizontal dan dapat digunakan kembali, sehingga menjadi terobosan penting di bidang teknologi penerbangan dan akses luar angkasa.Invictus dikembangkan bersama Frazer-Nash, Spirit Aero Systems, dan Cranfield University dari Inggris. Program ini mendapatkan dana dari dua program teknologi utama ESA yakni GSTP dan TDE. Target utama dalam 12 bulan pertama adalah menyelesaikan desain awal kendaraan lengkap.Salah satu tantangan utama dalam penerbangan hipersonik adalah mengatasi panas luar biasa yang terjadi pada permukaan pesawat dan udara yang masuk ke mesin, akibat kecepatan tinggi. Untuk itu Invictus menggunakan sistem propulsi dengan bahan bakar hidrogen dan teknologi pendinginan udara precooled yang sangat efektif, hasil pengembangan dari studi SABRE.Teknologi SABRE yang dikembangkan oleh Reaction Engines Ltd sudah terbukti dapat mendinginkan udara super panas dalam waktu sangat singkat, sehingga mampu menjaga efisiensi mesin hipersonik. Sistem ini memungkinkan pesawat seperti Invictus bisa memiliki arsitektur ringan dan kemampuan untuk lepas landas dari landasan seperti pesawat biasa.Menguasai teknologi hipersonik sangat penting karena tidak hanya membuka pintu untuk mobilitas cepat dan pertahanan modern, tetapi juga memperkuat posisi Eropa dalam perlombaan teknologi hipersonik global yang semakin ketat, terutama dengan kemajuan dari China dan aplikasi militer di kawasan konflik.
Penggabungan teknologi pra-dinginkan hidrogen pada mesin hipersonik merupakan lompatan besar yang akan mengatasi masalah suhu tinggi pada penerbangan supercepat. Jika berhasil, ini bisa meredefinisi transportasi udara dan akses ke luar angkasa dengan efisiensi dan reusable capability yang belum pernah ada sebelumnya.