Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Venus Aerospace Maju dengan Mesin Roket Hipersonik Pertama di AS

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
InterestingEngineering InterestingEngineering
15 Mei 2025
229 dibaca
1 menit
Venus Aerospace Maju dengan Mesin Roket Hipersonik Pertama di AS

Rangkuman 15 Detik

Uji terbang RDRE oleh Venus Aerospace menandai kemajuan signifikan dalam teknologi hipersonik di AS.
RDRE menawarkan efisiensi dan ukuran yang lebih baik dibandingkan mesin roket tradisional.
Kemajuan dalam teknologi hipersonik di AS penting untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan nasional.
Venus Aerospace, sebuah startup di Houston, berhasil melakukan uji terbang pertama mesin roket Rotating Detonation Rocket Engine (RDRE) di Amerika Serikat, sebuah teknologi yang memungkinkan pesawat terbang dengan kecepatan sangat tinggi dari landasan konvensional. Mesin RDRE yang dikembangkan sejak 1980-an ini lebih kecil dan lebih efisien dibanding mesin roket biasa, dan sebelum ini belum pernah diuji di udara secara nyata di AS atau mungkin di seluruh dunia. Dengan mesin ini, Venus berharap dapat mengembangkan pesawat yang bisa terbang pada kecepatan empat hingga enam kali kecepatan suara, bahkan memungkinkan perjalanan jauh seperti dari Los Angeles ke Tokyo dalam waktu kurang dari dua jam. Selain itu, teknologi RDRE akan dipadukan dengan mesin ramjet detonation eksklusif mereka, memungkinkan pesawat take off biasa dan meneruskan penerbangan hipersonik tanpa menggunakan booster roket tambahan. Perusahaan lain di AS seperti Anduril Industries, Castelion, Ursa Major, Hermeus, dan Kratos juga sedang mengembangkan teknologi hipersonik untuk penggunaan militer dan komersial, yang menandakan kemajuan besar Amerika di bidang ini.

Analisis Ahli

Sassie Duggleby
Teknologi RDRE bukan hanya teori lagi, tetapi sudah terbukti di lapangan dengan performa tinggi yang dapat menskalakan pengembangan hipersonik bagi pasar luas.
Andrew Duggleby
Rotating detonation memberikan peningkatan performa yang signifikan dengan efisiensi yang belum pernah ada, membuatnya sangat penting untuk masa depan penerbangan berkecepatan tinggi.