Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar HP China Turun Signifikan di Q2 2025, Dampak ke Industri Global

Teknologi
Gadgets dan Wearable
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
17 Jul 2025
22 dibaca
1 menit
Pasar HP China Turun Signifikan di Q2 2025, Dampak ke Industri Global

Rangkuman 15 Detik

Pasar HP di China mengalami penurunan untuk pertama kalinya setelah enam kuartal berturut-turut tumbuh.
Xiaomi menjadi satu-satunya pabrikan yang mencatat pertumbuhan positif di pasar HP China pada Q2 2025.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu dan ketegangan AS-China mempengaruhi permintaan HP di pasar.
Pasar ponsel pintar di China mengalami penurunan sebesar 4% pada kuartal kedua tahun 2025 setelah sebelumnya tumbuh selama enam kuartal berturut-turut. Hal ini terutama disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak menentu dan gangguan dari kebijakan pemerintah setempat. Beberapa pabrikan lokal utama seperti Huawei, vivo, dan Oppo mengalami penurunan pengiriman, dengan vivo mencatat penurunan terbesar sebesar 10,1%. Huawei masih memimpin pasar dengan pangsa 18,1%, sedangkan Xiaomi menjadi satu-satunya produsen yang berhasil mencatat pertumbuhan positif. Penurunan di pasar China juga mengakibatkan pertumbuhan pasar HP global melambat menjadi hanya 1% pada kuartal kedua 2025. Samsung berhasil mencatat pertumbuhan positif tertinggi di dunia, sedangkan Oppo terlempar dari daftar lima besar pengapalan HP global. Para analis riset dari IDC menyoroti pengaruh ketidakpastian ekonomi dan guncangan dari program pemerintah sebagai faktor utama kelesuan pasar. Meskipun ada gencatan senjata dalam perang dagang AS-China, tantangan ekonomi masih membayangi dan menurunkan kepercayaan konsumen. Para ahli memperkirakan pemulihan pasar HP China akan terjadi secara bertahap, namun peningkatan permintaan yang besar kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena lanskap pasar yang semakin kompleks.

Analisis Ahli

Will Wong
Kelesuan pasar HP akibat ketidakpastian ekonomi membuat konsumen enggan melakukan pembelian baru, sehingga pengiriman menurun.
Arthur Guo
Gangguan dari program pemerintah dan perlambatan ekonomi China menjadi faktor utama, namun perang dagang yang mereda bisa membuka peluang pemulihan pasar secara bertahap.