MiniMax Siap IPO di Hong Kong, Targetkan Dana Hingga HKRp 83.50 triliun ($5 Miliar) di Tengah Persaingan AI
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
16 Jul 2025
271 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
MiniMax sedang dalam proses pengajuan IPO di Hong Kong untuk mengumpulkan dana signifikan.
Perusahaan ini didukung oleh investor besar dan memiliki valuasi yang kuat setelah beberapa putaran pendanaan.
Zhipu AI, sebagai pesaing MiniMax, juga mempertimbangkan untuk melakukan IPO di pasar yang sama.
MiniMax, sebuah perusahaan rintisan kecerdasan buatan dari Shanghai yang didukung oleh konglomerat teknologi besar China, sedang mengajukan permohonan IPO secara rahasia di Hong Kong. Perusahaan ini bertujuan mengumpulkan dana sekitar HKRp 66.80 triliun ($4 miliar) sampai HKRp 83.50 triliun ($5 miliar) , setara dengan Rp 8.52 juta (US$510) hingga Rp 10.64 triliun (US$637 juta) . Namun, jumlah dana dan valuasi ini masih dapat berubah tergantung kondisi pasar yang berlangsung.
MiniMax telah menerima investasi ventura besar sejak didirikan pada tahun 2021. Saat ini, valuasi MiniMax berada di angka sekitar Rp 20.04 triliun (US$1,2 miliar) setelah melewati lima tahapan pendanaan. Pendanaan terbarunya sebesar Rp 5.01 triliun (US$300 juta) dipimpin oleh Shanghai State-owned Capital Investment, menunjukkan minat besar dari investor negara bagian di perusahaan ini.
Perusahaan MiniMax digolongkan sebagai salah satu dari AI Tigers di China, serangkaian start-up AI yang sedang naik daun dan berkembang pesat. Mereka tidak hanya menjalin kemitraan dengan konglomerat besar, tetapi juga bersaing dengan perusahaan AI lain di pasar, seperti Zhipu AI yang juga dikabarkan akan meluncurkan IPO di Hong Kong dengan target dana yang lebih kecil yakni sekitar Rp 5.01 triliun (US$300 juta) .
Langkah MiniMax untuk melakukan penawaran umum perdana di Hong Kong ini didukung oleh China International Capital Corporation dan UBS yang menjadi sponsor listing perusahaan tersebut. IPO ini menjadi bagian dari tren yang semakin berkembang dari perusahaan teknologi China yang ingin memanfaatkan pasar modal Hong Kong untuk memperkuat posisi mereka dan mendapatkan modal segar bagi pengembangan lebih lanjut.
Kesempatan IPO ini juga menjadi indikator pertumbuhan industri AI di China yang semakin kompetitif dan diminati investor. Kondisi pasar yang volatil dapat mempengaruhi nilai dan ukuran penawaran MiniMax, tetapi hal ini tetap menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk masuk ke pasar publik dan memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin teknologi AI di tingkat nasional maupun global.
Analisis Ahli
Andrew Ng
IPO ini menandai era baru bagi startup AI di Asia, memungkinkan investasi dan inovasi yang lebih besar dalam teknologi AI yang akan membawa dampak global.Kai-Fu Lee
Penggalangan dana besar oleh MiniMax menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi AI China, namun tantangan regulasi dan pasar tetap harus diwaspadai.