Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bendungan Super China di Tibet: Solusi Air Saat Kemarau, Bukan Ancaman Banjir

Sains
Iklim dan Lingkungan
SCMP SCMP
13 Jul 2025
152 dibaca
1 menit
Bendungan Super China di Tibet: Solusi Air Saat Kemarau, Bukan Ancaman Banjir

Rangkuman 15 Detik

Bendungan super di Yarlung Tsangpo diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak energi listrik.
Data dari bendungan yang sudah ada menunjukkan peningkatan aliran air selama musim kering.
Ada kekhawatiran dari India mengenai potensi dampak negatif dari bendungan terhadap pasokan air dan banjir.
China akan membangun bendungan besar di sungai Yarlung Tsangpo di dataran Tibet yang dapat menghasilkan listrik tiga kali lebih banyak dari Bendungan Tiga Ngarai. Tujuan bendungan ini adalah untuk mengendalikan banjir dan mengatur air selama musim kering dan hujan. Politisi India yang berada di hilir sungai mengkhawatirkan bahwa proyek ini bisa memperbesar risiko banjir saat musim hujan dan mengurangi air saat musim kemarau, karena air bisa ditahan di hulu. Namun, sebuah studi gabungan antara Hohai University dan Kementerian Sumber Daya Air China menggunakan data dari dua bendungan yang sudah ada di hulu, Zangmu dan Jiacha, menunjukkan bahwa aliran air sebenarnya naik saat musim kemarau. Studi ini mengungkapkan bahwa selama musim kering, aliran air meningkat lebih dari 50 persen pada bulan Februari, yang berlawanan dengan kekhawatiran awal dari India tentang kemungkinan kekurangan air. Dengan demikian, bendungan besar ini bukanlah ancaman bagi pasokan air di hilir, tetapi bisa berfungsi sebagai alat penting untuk mengendalikan banjir dan meningkatkan suplai listrik.

Analisis Ahli

Ahmad Fauzi, Pakar Hidrologi
Data awal memang menjanjikan, namun manajemen bendungan harus transparan dan melibatkan negara hilir seperti India agar tidak terjadi konflik di masa depan.