Fakta Tentang Cloud Seeding dan Banjir Besar di Texas yang Sebenarnya
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Jul 2025
100 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Teori konspirasi mengenai pemicu awan tidak memiliki dasar yang kuat.
Pemicu awan dapat meningkatkan presipitasi, tetapi dampaknya sangat kecil dibandingkan dengan bencana besar.
Penelitian tentang pemicu awan masih berkembang untuk memahami efektivitasnya dalam berbagai jenis awan.
Setelah banjir besar yang melanda Texas, muncul tuduhan bahwa sebuah perusahaan startup bernama Rainmaker melakukan cloud seeding yang menyebabkan hujan deras. Cloud seeding adalah teknik menaburkan partikel kecil ke awan agar menghasilkan hujan atau salju lebih banyak.
Para ahli seperti Katja Friedrich dan Bob Rauber menjelaskan bahwa klaim ini tidak berdasar. Cloud seeding memang dilakukan di wilayah tersebut beberapa hari sebelum badai, namun udara yang disemai tidak berada di area pada saat badai datang.
Cloud seeding umumnya efektif pada jenis awan tertentu yang ada di wilayah pegunungan pada musim dingin, bukan pada awan kumulus musim panas seperti di Texas. Awan petir yang besar memiliki proses alami yang sangat efisien sehingga cloud seeding tidak mempengaruhinya.
Studi di Idaho menunjukkan cloud seeding dapat menambah sejumlah air, namun jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan curah hujan yang dihasilkan oleh badai besar di Texas. Jadi kontribusi cloud seeding dalam banjir sangatlah minim bahkan bisa dikatakan tidak ada.
Kesimpulannya, meskipun cloud seeding bisa meningkatkan curah hujan dalam kondisi tertentu, tidak ada bukti yang mendukung bahwa teknologi ini menyebabkan banjir besar di Texas. Tuduhan tersebut lebih merupakan teori konspirasi tanpa dasar ilmiah yang kuat.
Analisis Ahli
Katja Friedrich
Cloud seeding tidak berperan dalam banjir tersebut dan ini hanyalah teori konspirasi.Bob Rauber
Proses alami dalam awan badai cukup efisien, sehingga cloud seeding tidak akan menimbulkan efek yang berarti.
