AI summary
Robot yang dikembangkan dapat beradaptasi dengan medan yang tidak dikenal tanpa pengaturan tambahan. Penelitian ini menggunakan prinsip biomimikri untuk meningkatkan kemampuan robot dalam navigasi. AI yang terintegrasi dalam robot menawarkan potensi untuk digunakan di lingkungan berbahaya demi keselamatan manusia. Para peneliti dari University of Leeds mengembangkan sistem AI yang memungkinkan robot berkaki empat menyesuaikan gaya berjalan secara otomatis ketika menghadapi medan yang belum dikenal. Teknologi ini berbeda dari robot generasi sebelumnya yang memerlukan perintah manusia untuk berubah gaya langkahnya.Robot yang dijuluki 'Clarence' dilatih menggunakan metode pembelajaran penguatan mendalam yang meniru cara hewan seperti anjing dan kuda beradaptasi dalam berbagai kondisi untuk menghemat energi dan menjaga keseimbangan.Pelatihan dilakukan sepenuhnya dalam simulasi komputer dengan berbagai medan seperti serpihan kayu dan bebatuan, serta uji tantangan fisik seperti kaki robot yang tersapu sapu agar dapat belajar bangkit dari tergelincir.Sistem ini tidak memerlukan penyetelan ulang ketika diterapkan di dunia nyata setelah pelatihan di komputer, sehingga robot dapat langsung berfungsi dengan lincah dan adaptif dalam lingkungan baru.Penelitian ini membuka peluang besar bagi penggunaan robot dalam misi berbahaya seperti penyelamatan dan pekerjaan dekomisioning nuklir, karena robot dapat menyesuaikan diri dengan medan beragam tanpa membahayakan manusia.
Pendekatan bio-inspirasi lewat AI untuk mengadaptasi gaya gerak adalah terobosan penting dalam robotika yang menyempurnakan fungsi robot di lapangan nyata. Dengan kemampuan tersebut, robot bisa lebih mandiri dan andal, membuka banyak kemungkinan aplikasi praktis namun juga menantang pengembangan perangkat lunak kontrol yang lebih kompleks.