AI summary
ITER mengembangkan sistem boronisasi untuk meningkatkan stabilitas plasma dengan menggunakan diborane. Kolaborasi internasional penting dalam mengatasi tantangan desain dan pengujian di ITER. Langkah-langkah keamanan yang ketat diterapkan untuk menangani bahan berbahaya seperti diborane. Para insinyur dan ilmuwan di proyek ITER mengembangkan sistem boronisasi baru untuk melindungi plasma dari pengotor yang meningkat akibat penggunaan tungsten sebagai material pelindung, menggantikan berilium. Boronisasi ini akan membentuk lapisan tipis boron di permukaan ruang plasma yang akan menahan oksigen dan mengurangi gangguan pada plasma.Sistem boronisasi menggunakan gas diborane yang dicampur ke dalam helium dan disuntikkan ke dalam tokamak. Di sana, diborane akan terurai dan membentuk lapisan boron melalui metode glow-discharge-assisted yang menggunakan plasma dingin untuk menempelkan boron pada dinding.Agar boron tersebar merata, kebutuhan penambahan anoda dalam ruang vakum muncul. Melalui kolaborasi internasional dan pengujian bersama dengan tokamak di Jerman, Prancis, dan China, ITER menyepakati penambahan empat anoda tambahan untuk hasil optimal.Diborane adalah gas yang beracun dan mudah meledak sehingga perlu penanganan dan penyimpanan yang aman di lokasi khusus. Ada dua metode untuk menghancurkan sisa gas yang belum terurai: pemanasan suhu tinggi dan penggunaan perangkap kimia khusus. Keduanya telah terbukti aman di tokamak lain.Dengan semua persiapan ini, instalasi sistem boronisasi dijadwalkan dimulai pada tahun 2028, sambil diteruskan penelitian lebih lanjut terhadap frekuensi terbaik pelaksanaan boronisasi yang diperkirakan maksimal setiap dua minggu untuk menjaga kualitas plasma.
Penggunaan boronisasi sebagai solusi pada ITER merupakan langkah inovatif sekaligus krusial untuk mengatasi masalah impuritas yang semakin meningkat akibat perubahan material dinding. Meski teknologi ini sudah terbukti di tokamak lain, tantangan implementasi pada skala ITER sangat besar, terutama dari sisi keamanan dan efektivitas distribusi, sehingga kolaborasi internasional menjadi kunci keberhasilannya.