Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Satelit MethaneSat Mati, Misi Pantau Polusi Metana Global Terancam Gagal

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (8mo ago) climate-and-environment (8mo ago)
10 Jul 2025
17 dibaca
2 menit
Satelit MethaneSat Mati, Misi Pantau Polusi Metana Global Terancam Gagal

Rangkuman 15 Detik

MethaneSat kehilangan daya dan kemungkinan tidak dapat dipulihkan, mengancam misi pelacakan emisi metana.
Proyek ini didanai oleh nama-nama besar seperti Jeff Bezos dan bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas industri energi.
Sebelum MethaneSat, estimasi emisi metana oleh EPA dianggap lebih rendah dari data yang sebenarnya, yang diungkap oleh EDF.
MethaneSat adalah satelit yang dirancang untuk memantau polusi metana dari luar angkasa. Metana adalah gas rumah kaca yang sangat kuat yang sering bocor dari fasilitas minyak dan gas tanpa terdeteksi. Satelit ini dibuat untuk membantu mengidentifikasi kebocoran tersebut agar bisa segera ditangani dan mengurangi dampak perubahan iklim. Sayangnya, sejak tanggal 20 Juni, tim pengoperasian kehilangan kontak dengan MethaneSat karena satelit mengalami masalah daya dan kemungkinan besar tidak bisa diperbaiki. Ini merupakan pukulan besar bagi misi yang didukung oleh Jeff Bezos dan banyak tokoh teknologi lainnya. Sebelum adanya MethaneSat, pengukuran metana hanya dilakukan dengan cara yang lama dan memakan waktu seperti pengukuran dari darat dan pesawat terbang. Dengan satelit ini, pengukuran bisa dilakukan jauh lebih cepat dan lebih luas karena bisa mengamati area yang sangat besar dalam waktu singkat. Proyek MethaneSat mendapat dukungan dana cukup besar, termasuk dari Bezos Earth Fund. Peluncurannya menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dan merupakan misi luar angkasa pertama yang didanai oleh New Zealand’s Space Agency. Selain itu, Google juga ikut berperan dengan pengembangan AI untuk mendeteksi instalasi minyak dan gas dari citra satelit. Meski MethaneSat kini tidak dapat beroperasi, tim dari Environmental Defense Fund masih mengolah data yang telah dikumpulkan untuk digunakan dalam upaya mengurangi emisi metana. Mereka berharap teknologi semacam ini bisa terus dikembangkan untuk membantu menjaga bumi.