Teknologi Digester Kurangi Emisi Metana dari Peternakan Susu di California
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Jun 2025
165 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pencerna metana dapat secara signifikan mengurangi emisi metana dari peternakan sapi perah.
Kerja sama antara ilmuwan, perusahaan, dan peternak sangat penting untuk keberhasilan pengurangan emisi.
Teknologi ini bukan solusi lengkap, dan perlu dipertimbangkan oleh setiap peternakan berdasarkan kondisi dan kemampuan finansial.
Metana adalah gas rumah kaca yang sangat kuat dan berkontribusi besar pada pemanasan global, terutama di sektor peternakan susu di California. Salah satu sumber utama metana ini berasal dari pengelolaan kotoran ternak yang menghasilkan gas tersebut saat terurai tanpa oksigen.
Kini, teknologi digester hadir sebagai solusi yang mampu menangkap emisi metana dengan menutup kolam kotoran menggunakan membran kedap udara. Gas yang tertangkap kemudian bisa dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar, mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Sebuah studi oleh Universitas California, Riverside, melakukan pemantauan langsung di peternakan keluarga di Tulare County untuk mengukur efektivitas teknologi digester. Hasilnya menunjukkan pengurangan metana hingga 80 persen setelah perbaikan kebocoran pada sistem dilakukan.
Meski efektif dalam mengurangi metana, teknologi ini belum dapat menghilangkan polutan lain seperti amonia dan partikel halus. Selain itu, pembangunan dan pemeliharaan digester memerlukan biaya, izin, dan komitmen jangka panjang sehingga tidak cocok untuk semua peternakan, terutama yang kecil.
Selain pengukuran di lokasi, California juga sedang mengembangkan pengawasan metana menggunakan satelit untuk mendeteksi kebocoran secara luas. Studi ini menjadi contoh nyata bahwa kerjasama antara ilmuwan, perusahaan, dan peternak dapat menghasilkan hasil yang nyata dan bermanfaat.



