TLDR
Helium berkolaborasi dengan AT&T untuk meningkatkan layanan seluler dengan memanfaatkan jaringan hotspot. Model dekomposisi fisik infrastruktur (DePIN) menunjukkan potensi dalam tokenisasi untuk membangun infrastruktur dengan partisipasi komunitas. Helium terus mencari cara untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan regulasi di industri kripto. Helium adalah sebuah proyek crypto yang berusaha membangun jaringan nirkabel terdesentralisasi dengan memanfaatkan jaringan hotspot komunitas. Proyek ini bertujuan untuk menghadirkan solusi yang efisien dan murah untuk jaringan internet of things (IoT) dan juga untuk coverage seluler di area ramai seperti stadion dan kafe.Helium berhasil menjalin kerja sama dengan AT&T, operator besar di Amerika Serikat, untuk mengalihkan sebagian lalu lintas seluler melalui jaringan hotspotnya pada saat jam sibuk. Ini memungkinkan operator tradisional mengatasi beban jaringan dengan biaya yang lebih rendah dan lebih fleksibel.Model yang Helium gunakan dikenal sebagai DePIN, di mana token crypto digunakan untuk menginsentifkan partisipasi komunitas dalam membangun dan memelihara infrastruktur jaringan. Meski harga token Helium sempat turun, banyak analis percaya bahwa nilai sebenarnya dari proyek ini belum tergambarkan dengan baik di pasar.Helium juga telah berkembang ke luar Amerika Serikat, bekerja sama dengan Movistar di Meksiko untuk memperluas jangkauan jaringan hotspot. Dengan lebih dari 90,000 hotspot aktif, mereka berambisi untuk memperbesar jaringan hingga sepuluh kali lipat dan mendukung lebih banyak pengguna.Selain itu, Helium sedang menjajaki berbagai kemungkinan inovasi yang melibatkan token dan kepemilikan jaringan dengan dukungan dari otoritas baru di SEC, yang kini lebih ramah terhadap eksperimen di dunia crypto. Hal ini membuka pintu untuk pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan blockchain untuk infrastruktur fisik.