CEO Baru Starbucks Berjuang Menghidupkan Kembali Penjualan yang Terus Menurun
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
09 Jul 2025
135 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Starbucks menghadapi tantangan dalam meningkatkan penjualan meski ada perubahan strategi.
Dukungan dari mantan CEO menunjukkan harapan untuk pemulihan tetapi juga mengandung ketidakpastian.
Keterlibatan karyawan dan serikat pekerja menjadi faktor penting dalam keberhasilan strategi baru.
Brian Niccol diangkat sebagai CEO Starbucks dengan reputasi menghidupkan kembali merek restoran besar seperti Taco Bell dan Chipotle. Namun, setelah sembilan bulan, belum terlihat perbaikan signifikan dalam penjualan Starbucks, dan saham perusahaan tetap stagnan.
Niccol memperkenalkan inisiatif 'Back to Starbucks' yang fokus pada menu yang disederhanakan, makanan segar, pelayanan lebih cepat, dan mengembalikan kursi yang sebelumnya dihilangkan demi mendukung pesanan melalui aplikasi mobile. Namun data menunjukkan pelanggan reguler kini datang lebih jarang.
Untuk mengatasi penurunan, Niccol mempercepat penambahan staf di lebih dari 11.000 toko di Amerika Utara untuk meningkatkan pelayanan. Meski ada biaya tambahan yang cukup besar, manajemen berharap langkah ini bisa mengurangi pergantian karyawan dan menaikkan penjualan per toko.
Serikat pekerja Starbucks menunjukkan kritik terhadap kebijakan baru seperti pembayaran untuk menggunakan toilet dan pembatasan tertentu yang dinilai merusak suasana coffeehouse yang ramah. Namun perusahaan menyebut perubahan itu hasil diskusi dengan pelanggan dan karyawan.
Sementara investor masih menunggu hasil nyata, mantan CEO Howard Schultz memberikan dukungan penuh kepada Niccol dengan optimisme tinggi. Para analis masih mempertanyakan sejauh mana perubahan ini bisa membalikkan tren penurunan penjualan Starbucks.
Analisis Ahli
RJ Hottovy
Penurunan frekuensi kunjungan pelanggan menunjukkan bahwa upaya revitalisasi belum meraih hasil yang diharapkan dan perusahaan harus segera mengatasi masalah tersebut.Dan Ahrens
Kami menghindari saham Starbucks saat ini karena ketidakpastian dan butuh pembuktian dari eksekusi manajemen sebelum mengambil posisi investasi kembali.Andrew Charles
Saya menurunkan rekomendasi saham menjadi 'hold' karena ekspektasi laba tahun fiskal 2026 yang kemungkinan akan di bawah konsensus pasar.