Starbucks Batasi Akses Toko Hanya Untuk Pelanggan Demi Keamanan dan Kenyamanan
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
29 Jan 2025
19 dibaca
1 menit
CEO Starbucks, Brian Niccol, mengumumkan bahwa perusahaan akan mengubah kebijakan pintu terbuka mereka untuk meningkatkan pengalaman dan keamanan pelanggan. Starbucks akan menerapkan "Coffeehouse Code of Conduct" yang mengharuskan hanya pelanggan yang membayar yang dapat duduk di dalam toko atau menggunakan toilet. Perubahan ini dilakukan berdasarkan masukan dari pelanggan dan karyawan, dengan prioritas utama adalah memberikan rasa aman bagi karyawan saat melayani pelanggan. Niccol juga menyatakan bahwa jika diperlukan, mereka akan menambah keamanan di toko.
Starbucks memiliki rencana untuk memperluas jumlah lokasi di AS, dengan potensi untuk menggandakan jumlah toko yang ada saat ini. Meskipun ada rencana ekspansi, Niccol mengakui bahwa beberapa toko mungkin harus ditutup untuk memastikan keberhasilan di masa depan. Dia juga mencatat bahwa lokasi baru di AS biasanya menghasilkan penjualan yang lebih tinggi. Namun, ada prediksi bahwa pengembangan restoran akan melambat pada tahun fiskal 2025 dibandingkan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun fiskal 2024.
Analisis Ahli
Sharon Zackfia
Perlambatan pengembangan gerai penting untuk mengakomodasi redesign dan renovasi, serta mengoptimalkan penggunaan modal agar perusahaan dapat melakukan turnaround yang lebih efektif.