Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perusahaan Rusia Gunakan Netting, Emas, dan Cryptocurrency Untuk Bayar Luar Negeri

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (9mo ago) banking-and-financial-services (9mo ago)
08 Jul 2025
265 dibaca
2 menit
Perusahaan Rusia Gunakan Netting, Emas, dan Cryptocurrency Untuk Bayar Luar Negeri

Rangkuman 15 Detik

Perusahaan Rusia telah mengadopsi metode pembayaran alternatif seperti netting, emas, dan cryptocurrency untuk mengatasi sanksi.
Pengawasan terhadap transaksi cryptocurrency sedang ditingkatkan melalui pengembangan sistem 'Transparent Blockchain'.
Fokus perdagangan Rusia kini beralih ke wilayah Asia dan Timur Tengah sebagai respons terhadap sanksi yang berlaku.
Pada musim semi 2024, pembayaran internasional untuk perdagangan Rusia hampir terhenti akibat sanksi AS yang menekan bank-bank mitra dagang utama Rusia seperti China, India, dan Uni Emirat Arab. Hal ini membuat aktivitas perdagangan lintas batas menjadi sulit bagi perusahaan Rusia dan mitranya. Namun, masalah ini kini mulai teratasi karena perusahaan Rusia dan mitra dagangnya dari wilayah Asia dan Timur Tengah mulai beradaptasi dengan berbagai metode pembayaran alternatif. Mereka menggunakan sistem netting, di mana transaksi ekspor-impor diselesaikan dengan cara saling mengimbangi pembayaran agar tidak perlu memindahkan uang secara langsung. Selain itu, emas menjadi salah satu alat pembayaran yang banyak digunakan karena dapat menggantikan mata uang dolar dan euro, terutama dalam transaksi yang sulit diawasi. Meski demikian, pemerintah Rusia mengingatkan pentingnya regulasi yang lebih ketat terhadap perdagangan emas untuk menghindari arbitrase harga dan transaksi ilegal. Cryptocurrency juga ikut dimanfaatkan sebagai alat transaksi lintas batas. Pemerintah Rusia bersama dengan bank sentral dan bank besar seperti VTB sedang mengembangkan sistem bernama Transparent Blockchain yang akan memberi pengawasan lebih jelas terhadap transaksi digital ini. Dengan penerapan metode pembayaran alternatif seperti netting, emas, dan blockchain, serta adaptasi yang dilakukan oleh perusahaan, maka aktivitas perdagangan luar negeri Rusia dapat terus berjalan meski menghadapi sanksi internasional yang berat.

Analisis Ahli

Nouriel Roubini
Metode pembayaran alternatif seperti ini menunjukkan bagaimana negara-negara yang terkena sanksi dapat menghindari isolasi ekonomi, tetapi berpotensi menciptakan risiko sistemik baru yang berbahaya.
Caitlin Long
Penggunaan blockchain transparan dan cryptocurrency bisa menjadi jalur yang sah dan efisien untuk mengatur transaksi lintas batas di tengah sanksi, asalkan diiringi regulasi yang kuat.