Jarum Akupunktur Baja Berusia 2.000 Tahun Ungkap Kemajuan Dinasti Han
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
08 Jul 2025
252 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan jarum akupunktur kuno menunjukkan kemajuan teknik metalurgi di Tiongkok.
Jarum baja memungkinkan metode akupunktur yang lebih efektif dan aman.
Makam Liu He terus memberikan wawasan baru tentang praktik medis kuno dan budaya Dinasti Han.
Para arkeolog di Provinsi Jiangxi, China Timur, telah menemukan jarum akupunktur baja tertua yang dibuat sekitar 2.000 tahun lalu di makam Kaisar Liu He dari Dinasti Han Barat. Penemuan ini sangat berharga karena menunjukkan kemajuan teknologi dan praktik medis pada masa itu.
Jarum yang ditemukan sangat tipis, dengan diameter hanya 0,3 sampai 0,5 milimeter, mirip dengan jarum akupunktur yang digunakan saat ini. Mereka ditemukan di dalam tabung giok yang bersarang dalam kotak lakuer berlapis emas, menunjukkan nilai dan pentingnya alat-alat ini.
Para peneliti mengidentifikasi jarum tersebut sebagai bagian dari 'Nine Needles' melalui label kayu berisi tulisan 'Nine Needles Complete' yang ditemukan di dekatnya. Ini menjadi bukti bahwa jarum tersebut memang digunakan untuk praktik akupunktur medis di masa lalu.
Teknologi pembuatan jarum ini menggunakan metode 'frying', yaitu menggabungkan besi cor dan besi tempa melalui pencairan sehingga menghasilkan baja yang kuat dan halus. Hal ini menunjukkan keahlian metalurgi tinggi yang sudah dimiliki oleh pengrajin Dinasti Han Barat.
Penemuan ini menambah pemahaman kita tentang sejarah pengobatan tradisional Tiongkok dan menunjukkan bahwa teknik akupunktur sudah berkembang secara signifikan sejak ribuan tahun lalu, memungkinkan metode pengobatan yang lebih canggih dan efektif.
Analisis Ahli
Wang Chuning
Penemuan ini secara definitif mengidentifikasi jarum sebagai salah satu dari 'Sembilan Jarum' yang dijelaskan dalam teks medis kuno, memperkuat data historis tentang penggunaan jarum akupunktur.

