China Cepat Kembangkan Teknologi Mesin Jet Sendiri Usai Larangan AS Dicabut
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Jul 2025
292 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Beijing berkomitmen untuk mempercepat pengembangan teknologi penerbangan mandiri.
Akses ke teknologi mesin jet dari AS sangat penting bagi Comac untuk memenuhi pesanan pesawat C919.
Pembatasan sebelumnya oleh AS dapat memperkuat tekad Tiongkok untuk mandiri dalam pengembangan komponen kritis.
Amerika Serikat telah membuka kembali penjualan komponen mesin jet dan teknologi terkait ke Cina, setelah sebelumnya memberlakukan larangan yang bagian dari kebijakan pemerintahan Trump. Larangan ini sempat memperlambat kemajuan industri penerbangan Cina.
Shanghai-based Commercial Aircraft Corporation of China (Comac) kini bisa mengimpor suku cadang dari joint venture yang melibatkan GE, sehingga produksi pesawat narrowbody C919 dapat berjalan sesuai rencana dan memenuhi banyak pesanan.
Meski demikian, Cina masih belum mampu memproduksi mesin jet secara massal secara domestik. Hal ini membuat mereka masih mengandalkan pemasok luar negeri untuk mesin-mesin tersebut agar pabrik tetap berjalan.
Para analis mengingatkan bahwa pembatasan ekspor sebelumnya sebenarnya mendorong China untuk lebih giat mengembangkan teknologi mesin jet asli dalam negeri agar tidak tergantung pada teknologi asing di masa depan.
Dengan adanya akses kembali ke teknologi AS, produksi Comac tidak terganggu. Namun, Beijing tetap berkeinginan mempercepat pengembangan teknologi penerbangan dalam negeri demi kemandirian jangka panjang.
Analisis Ahli
Hugh Ritchie
Tanpa akses terhadap teknologi mesin jet dari luar negeri, produksi pesawat Comac akan sangat terhambat karena mereka belum mampu memproduksi mesin secara massal sendiri. Ini membuat kontrol teknologi oleh Amerika Serikat menjadi sangat penting dalam persaingan industri penerbangan antara AS dan China.
