China Tingkatkan Produksi Pesawat Setelah AS Cabut Larangan Ekspor Mesin Jet
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Jul 2025
155 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China berusaha untuk mempercepat pengembangan teknologi penerbangan dalam negeri.
Perjanjian bilateral antara AS dan China membuka akses bagi Comac untuk suku cadang penting.
Pembatasan ekspor sebelumnya menuntut China untuk lebih mandiri dalam teknologi penerbangan.
Pada awalnya, Amerika Serikat melarang ekspor suku cadang dan teknologi mesin jet ke China karena alasan keamanan dan perdagangan. Hal ini memengaruhi produksi pesawat buatan China, Comac C919, yang masih sangat bergantung pada suku cadang dari perusahaan Amerika.
Namun, baru-baru ini AS mencabut larangan tersebut setelah adanya kesepakatan bilateral. Ini memungkinkan Comac, perusahaan pesawat milik China, untuk kembali mengimpor mesin dan suku cadang penting dari joint venture yang melibatkan General Electric.
Meski pencabutan larangan ini mempermudah produksi pesawat C919, para analis mengatakan bahwa larangan sebelumnya memberikan efek tekanan yang membuat pemerintah China ingin segera mengembangkan teknologi mesin pesawat dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain.
Saat ini, Comac belum bisa memproduksi mesin pesawat secara massal, sehingga keberadaan mesin dari luar sangat penting agar mereka dapat memenuhi permintaan pesanan pesawat yang banyak. Tanpa akses ini, Comac harus mencari pemasok lain atau mempercepat pengembangan teknologinya sendiri.
Para ahli menekankan bahwa teknologi mesin jet adalah bagian penting dari pesawat dan kontrol atas suku cadang ini memberikan pengaruh besar bagi produksi pesawat China. Dengan pencabutan larangan, produksi Comac bisa terus berjalan lancar di tahap awal ini.
Analisis Ahli
Hugh Ritchie
Tanpa akses ke teknologi mesin dari AS, perusahaan seperti Comac akan kesulitan memenuhi permintaan produksi pesawat dan terpaksa mempercepat pencarian alternatif lokal atau pemasok asing lainnya.
