Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Karyawan Lama Dipenjara Karena Hapus 180 Server Virtual Setelah Dipecat

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (8mo ago) cyber-security (8mo ago)
06 Jul 2025
41 dibaca
1 menit
Karyawan Lama Dipenjara Karena Hapus 180 Server Virtual Setelah Dipecat

Rangkuman 15 Detik

Tindakan balas dendam dapat berakibat hukum yang serius.
Perusahaan perlu memiliki sistem keamanan yang lebih baik untuk mencegah akses tidak sah.
Kinerja buruk dapat berakibat pada pemecatan dan konsekuensi yang tidak diinginkan.
Seorang karyawan asal India, Kandula Nagaraju, yang bekerja di perusahaan NCS di Singapura, sangat kecewa dan kesal setelah dipecat karena dinilai memiliki kinerja buruk. Meskipun dia merasa sudah bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi, kontraknya dihentikan pada Oktober 2022. Setelah kehilangan pekerjaannya, Kandula menggunakan akses ilegal ke sistem pengujian komputer perusahaan lama untuk melakukan tindakan kriminal. Ia menggunakan laptop pribadinya dan kredensial administrator untuk membuka sistem NCS yang mengelola 180 server virtual. Selama beberapa bulan, mulai Januari hingga Maret 2023, dirinya melakukan beberapa kali akses ilegal dan menulis skrip komputer untuk menghapus server tersebut satu per satu. Pada akhirnya, semua server dihapus sehingga sistem tidak dapat lagi diakses oleh perusahaan. Akibatnya, NCS mengalami kerugian financial sebesar hampir satu juta dolar Singapura. Polisi melakukan penyelidikan setelah laporan dibuat, menemukan bukti berupa skrip di laptop Kandula dan menggunakan alamat IP untuk mengaitkan tindakannya. Kandula pun dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan atas tindakan akses tidak sah ke materi komputer. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang dampak negatif dari perlakuan yang tidak baik terhadap karyawan yang berpotensi melakukan tindakan balas dendam.

Analisis Ahli

Pakar Keamanan Siber
Kasus ini memperlihatkan bahwa akses administrator yang tidak segera dicabut dapat menjadi celah besar yang dimanfaatkan oleh mantan karyawan yang merasa dirugikan. Perusahaan harus mengimplementasikan sistem manajemen akses yang otomatis dan audit rutin untuk mencegah insider threats.