Kelompok Ransomware Hunters International Tutup dan Beri Kunci Dekripsi Gratis
Teknologi
Keamanan Siber
03 Jul 2025
49 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Hunters International mengumumkan penutupan proyek mereka dan menawarkan kunci dekripsi gratis.
Ada kemungkinan kelompok ini bertransisi ke identitas baru sebagai World Leaks.
Penutupan kelompok ransomware dapat terjadi untuk menghindari penegakan hukum dan memperbarui infrastruktur mereka.
Kelompok ransomware bernama Hunters International mengumumkan di halaman dark web mereka bahwa mereka memutuskan untuk menutup proyek tersebut karena perkembangan terbaru yang belum dijelaskan secara rinci. Keputusan ini dianggap serius dan menyadari dampaknya bagi organisasi yang pernah menjadi korban.
Hunters International juga menawarkan kunci dekripsi gratis kepada semua perusahaan yang terkena dampak ransomware mereka untuk membantu mengembalikan data tanpa harus membayar tebusan. Namun, hingga saat ini, situs resmi mereka belum menyediakan informasi mengenai kunci tersebut.
Selama dua tahun beroperasi, kelompok ini mengklaim memiliki beberapa korban, termasuk sebuah pusat kanker di AS dan U.S. Marshals Service, meskipun agensi tersebut membantah pernah diretas. Tren serupa juga terjadi pada kelompok ransomware lain yang memilih untuk menutup operasi dan merilis kunci dekripsi.
Analis ancaman dari Recorded Future, Allan Liska, menduga pembubaran ini hanyalah tahap awal dari rebranding dan peralihan operasi ke grup baru bernama World Leaks. Mereka menggunakan perangkat lunak ransomware dan infrastruktur baru, tapi pelaku bisa jadi tetap sama agar menghindari risiko hukum.
Liska juga menambahkan bahwa menggunakan infrastruktur teknis yang sama terlalu lama membuat kelompok ini rentan terhadap tindakan penegak hukum, seperti kasus Hive yang dibubarkan FBI pada tahun 2023. Mungkin mereka juga mendapat informasi bahwa penegak hukum sudah mendekat dan memilih mengakhiri operasi lebih dulu.
Analisis Ahli
Allan Liska
Ini lebih merupakan pemutusan hubungan dengan infrastruktur lama untuk menghindari risiko hukum, dan kemungkinan besar kelompok yang sama akan terus beroperasi di bawah nama baru dengan perangkat lunak baru.

