AI summary
Penggunaan alat kecerdasan buatan dalam penulisan akademis semakin meningkat, terutama dalam bidang biomedis. Pergeseran leksikal yang signifikan terjadi sejak munculnya model bahasa besar, dengan banyak kata gaya yang tidak terkait dengan isi penelitian. Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan penggunaan AI dalam publikasi ilmiah dan dampaknya terhadap kualitas tulisan. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan, terutama alat tulis AI berbasis model bahasa besar (LLM), menjadi semakin populer di dunia penelitian ilmiah. Sebuah studi besar menemukan bahwa sekitar satu dari tujuh abstrak riset biomedis yang dipublikasikan di tahun 2024 kemungkinan dibuat dengan bantuan AI. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan dalam cara penelitian ditulis dan disajikan.Peneliti yang terlibat dalam studi ini menggunakan metode unik untuk mendeteksi pengaruh AI dengan mencari kata-kata yang muncul berlebihan setelah ChatGPT dirilis pada akhir 2022. Kata-kata ini biasanya tidak berhubungan langsung dengan isi riset tetapi lebih bersifat gaya bahasa, seperti 'crucial', 'potential', atau 'showcasing'.Perubahan kosa kata ini berbeda dengan perubahan yang terjadi selama pandemi COVID-19, yang lebih banyak terkait kata-kata konten riset seperti 'mask'. Namun, dampak AI lebih terlihat pada kata-kata sifat dan kata kerja yang memberi warna gaya pada tulisan, bukan pada fakta ilmiah yang disajikan.Meskipun penggunaannya semakin meluas, banyak peneliti tidak secara terbuka mengungkapkan bahwa mereka memakai AI saat menulis karya ilmiah, sehingga sulit bagi komunitas sains untuk memantau dan mengevaluasi pengaruh teknologi ini secara tepat. Studi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong diskusi tentang penggunaan AI dalam dunia akademis.Ahli dari University College London dan University of Tübingen menilai tren ini sebagai fenomena yang berkembang pesat dan mengkhawatirkan jika tanpa regulasi atau panduan yang jelas. Mereka berharap temuan ini bisa menjadi pendorong bagi lembaga-lembaga akademik untuk mulai memikirkan aturan penggunaan AI dalam penulisan ilmiah.
Penggunaan LLM dalam penulisan akademik sudah menjadi tren yang tidak mudah dihentikan dan kini menuntut komunitas ilmiah untuk lebih transparan. Jika tidak diatur dengan baik, kualitas dan integritas karya ilmiah bisa terancam karena ketergantungan berlebihan pada AI bisa melemahkan kemampuan berkreasi dan analisis peneliti.