China Bersiap Uji Teknologi Pengisian Bahan Bakar Satelit di Orbit
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
02 Jul 2025
230 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Shijian-25 dapat menandai kemajuan signifikan dalam teknologi pemeliharaan satelit.
Pengisian bahan bakar satelit dapat membantu mengurangi sampah luar angkasa dan biaya operasional.
Operasi dekat antara Shijian-21 dan Shijian-25 menunjukkan potensi untuk kolaborasi masa depan dalam misi luar angkasa.
China saat ini menguji coba teknologi canggih untuk memanjangkan umur satelit yang mengorbit di luar angkasa. Dua satelit bernama Shijian-21 dan Shijian-25 bergerak sangat dekat di orbit geostasioner yang tinggi, menunjukkan kemungkinan akan dilakukan docking dan pengisian bahan bakar.
Misi ini adalah salah satu yang paling ambisius dalam sejarah, karena bertujuan menguji pengisian bahan bakar antar satelit secara otomatis. Dengan teknologi ini, satelit bisa dipelihara dan diperbaiki tanpa harus dikembalikan ke Bumi, sehingga menghemat biaya dan sumber daya.
Sebelumnya, pada bulan Juni, kedua satelit tersebut juga mendekat sampai jarak satu kilometer sebelum berpisah kembali. Gerakan itu bisa jadi latihan untuk penggabungan di luar angkasa atau upaya docking yang belum berhasil.
Pengisian bahan bakar on-orbit menjadi solusi penting agar satelit dapat beroperasi lebih lama dan tidak menjadi sampah antariksa yang berbahaya. Amerika Serikat, sebagai pesaing utama China, belum mengembangkan teknologi serupa di orbit geostasioner.
Keberhasilan misi ini dapat membawa kemajuan besar dalam kekuatan teknologi luar angkasa China, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasi satelit di masa depan.
Analisis Ahli
Elon Musk
Kemampuan otonom untuk servis satelit akan membuka peluang besar dalam mengelola armada satelit, meski kompleksitas teknologinya tetap menantang.Kathy Lueders
Pengisian bahan bakar antar satelit adalah langkah maju yang sangat penting untuk keberlanjutan infrastruktur luar angkasa global.


