China Ciptakan Sejarah dengan Pengisian Bahan Bakar Satelit di Orbit Bumi
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
14 Jul 2025
281 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
China telah melakukan misi pengisian bahan bakar di orbit geostasioner, suatu pencapaian bersejarah.
Teknologi pengisian bahan bakar di orbit sangat penting untuk misi luar angkasa masa depan dan eksplorasi manusia ke Mars.
Operasi dekat antara satelit menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan manuver dan pengelolaan objek di ruang angkasa.
China baru saja melakukan misi luar angkasa bersejarah dengan mengisi bahan bakar dua satelit yang sedang berada di orbit bumi. Dua satelit yang bernama Shijian-21 dan Shijian-25 tampak duduk berdekatan dan satu satelit mengisi bahan bakar ke satelit lainnya. Kegiatan ini belum pernah dilakukan oleh negara lain sebelumnya.
Misi ini diamati oleh perusahaan pengawas ruang angkasa Amerika Serikat yang memantau satelit-satelit tersebut dari jauh. Kedua satelit itu melakukan manuver mendekat selama beberapa hari di orbit geostasioner, yaitu pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas khatulistiwa.
Pengisian bahan bakar di orbit adalah teknologi penting karena roket berawak harus menggunakan banyak bahan bakar hanya untuk mencapai orbit bumi. Dengan bisa mengisi bahan bakar di orbit, maka misi luar angkasa yang lebih jauh, bahkan perjalanan manusia ke Mars, bisa menjadi lebih realistis.
Sebelumnya, satelit Shijian-21 juga pernah menunjukkan kemampuan khusus dengan menarik satelit tua yang sudah tidak aktif ke orbit khusus agar tidak mengganggu satelit lain. Kini setelah operasi pengisian bahan bakar ini, umur satelit tersebut bisa diperpanjang tanpa harus meluncurkan satelit baru.
Para ahli menganggap langkah China ini sebagai kemajuan besar dalam kemampuan operasional ruang angkasa. Teknologi ini juga digunakan dalam program Starship milik SpaceX yang juga berambisi mengirim manusia ke planet Mars suatu hari nanti.
Analisis Ahli
Elon Musk
In-orbit refueling adalah teknologi kritis untuk perjalanan ke Mars dan eksplorasi luar angkasa jangka panjang. Ini membuka potensi luar biasa untuk misi luar angkasa yang lebih besar dan berkelanjutan.Christopher Newman (Profesor Teknik Dirgantara)
Operasi rendezvous dan docking di geostasioner sangat kompleks, dan keberhasilan ini menandai langkah maju signifikan untuk operasi orbital yang lebih dinamis dan fleksibel.

