Maxim Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kenaikan Tarif Ojek Online Karena Risiko Besar
Finansial
Kebijakan Fiskal
02 Jul 2025
160 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan tarif ojek online harus dikaji ulang untuk melibatkan semua pemangku kepentingan.
Dampak negatif tarif yang lebih tinggi dapat menurunkan permintaan dan mempengaruhi pendapatan pengemudi.
Pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat sebelum menetapkan kebijakan tarif baru.
Maxim Indonesia menolak rencana pemerintah menaikkan tarif ojek online sebesar 8-15% karena bisa berdampak negatif pada ekosistem transportasi daring. Mereka mengatakan kenaikan ini dapat membuat konsumen harus membayar lebih mahal, yang kemudian menurunkan frekuensi pemesanan terutama untuk perjalanan jarak pendek.
Selain konsumen, mitra pengemudi ojol juga berisiko terkena dampak buruk. Karena permintaan layanan menurun akibat harga yang lebih mahal, pendapatan harian para driver bisa ikut berkurang. Hal ini sangat berbahaya untuk keberlangsungan ekonomi para pengemudi ojol di lapangan.
Data di beberapa wilayah Indonesia menunjukkan bahwa setelah kenaikan tarif, pembatalan pesanan naik tajam dan permintaan layanan turun drastis dalam waktu singkat. Misalnya, di Kalimantan Timur pembatalan naik hingga 37%, dan di Makassar serta Palopo permintaan turun 50% dalam dua minggu setelah tarif naik.
Lebih dari 30% konsumen juga berhenti menggunakan layanan ojol dan 20% lainnya mengurangi frekuensi mereka dalam menggunakan jasa tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan tarif malah berpotensi merusak pasar transportasi daring dan membuat perusahaan ojol sulit bertahan di Indonesia.
Oleh karena itu, Maxim meminta agar pemerintah mengkaji ulang rencana kenaikan tarif ini dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, daya beli masyarakat, dan juga keberlangsungan para mitra pengemudi demi menjaga ekosistem transportasi daring tetap sehat dan berkelanjutan.
Analisis Ahli
Muhammad Rafi Assagaf
Kenaikan tarif harus dikaji ulang karena berpotensi memicu efek kontraproduktif yang merugikan konsumen, mitra pengemudi, dan pengoperasian aplikator secara keseluruhan.

