Ketegangan Elon Musk dan Trump soal RUU Pajak dan Subsidi Energi di AS
Finansial
Kebijakan Fiskal
02 Jul 2025
84 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Elon Musk menentang kebijakan yang dianggapnya merugikan inovasi dan ekonomi.
Donald Trump mempertahankan posisinya dengan menuduh Musk bergantung pada subsidi.
Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara industri masa lalu dan inovasi masa depan.
Elon Musk dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlibat pertengkaran sengit terkait Rancangan Undang-undang yang baru disahkan. Musk sangat mengkritik RUU tersebut karena dianggap dapat merusak ekonomi AS dan mengakibatkan tingginya pengangguran. Ia juga menilai pemerintah lebih memprioritaskan industri lama ketimbang inovasi masa depan.
RUU didukung oleh Trump ini menaikkan pajak untuk proyek energi terbarukan seperti surya, baterai, panas bumi, angin, dan nuklir. Selain itu, RUU juga memberikan subsidi baru kepada batu bara yang digunakan dalam produksi baja, yang menjadi kontroversi utama dalam perdebatan ini.
Menanggapi kritik keras Musk, Trump membalas melalui akun media sosialnya, mengklaim bahwa Musk banyak mendapat subsidi pemerintah dan seharusnya diselidiki oleh lembaga yang dipimpin oleh Musk sendiri, yaitu Lembaga Efisiensi Pemerintah (DOGE).
Faritnya, Musk pernah menjadi penasihat khusus Trump dan bahkan ditunjuk memimpin DOGE, tapi kemudian mengundurkan diri agar lebih fokus mengurus bisnisnya. Trump menyatakan tanpa subsidi, Musk tidak akan mampu menjalankan bisnis seperti peluncuran roket dan produksi mobil listrik, dan bahkan bisa kembali ke Afrika Selatan.
Kedua tokoh ini memperlihatkan pertentangan yang tajam antara visi inovasi masa depan dan kebijakan fiskal yang konservatif. Perseteruan ini juga menimbulkan spekulasi terkait rencana deportasi Musk dari AS, meskipun hal tersebut belum dipastikan.
Analisis Ahli
Elon Musk
Sebagai pelopor teknologi, saya percaya dukungan pemerintah harus diarahkan pada inovasi yang ramah lingkungan dan masa depan yang berkelanjutan, bukan subsidi untuk industri lama.Donald Trump
Kita harus menjaga kepentingan industri tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi negara dan memastikan pelaku bisnis daring menerima pengawasan yang ketat.
