Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump Usai Upaya Efisiensi Gagal

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (9mo ago) fiscal-policy (9mo ago)
29 Mei 2025
124 dibaca
2 menit
Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump Usai Upaya Efisiensi Gagal

Rangkuman 15 Detik

Elon Musk mengundurkan diri dari jabatan di pemerintahan AS setelah konflik dengan pejabat kabinet.
Program efisiensi yang dipimpin Musk berhasil memangkas pegawai federal, tetapi tidak mencapai penghematan yang dijanjikan.
Musk berencana mengurangi pengeluaran politik setelah mendukung kampanye Trump sebelumnya.
Elon Musk, CEO Tesla dan orang terkaya dunia, baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi pegawai pemerintah khusus di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Keputusan ini datang setelah 130 hari berusaha memimpin program besar untuk mengurangi jumlah pegawai pemerintahan AS. Program efisiensi yang dipimpin Musk fokus pada pengurangan pegawai sipil federal sebanyak hampir 260.000 orang, atau sekitar 12% dari total pegawai pemerintah, melalui berbagai cara seperti pensiun dini dan ancaman pemecatan. Namun, meskipun ambisius, upaya tersebut gagal mencapai penghematan besar seperti yang diharapkan. Selama menjabat, Musk juga terlibat konflik internal, salah satunya dengan penasihat perdagangan Peter Navarro. Musk bahkan mengkritik keras RUU pajak andalan Trump yang menurutnya terlalu mahal dan tidak mendukung efisiensi pemerintahan, menimbulkan ketegangan tanpa adanya pembicaraan langsung dengan Presiden Trump. Keputusan mundurnya Musk ternyata diambil oleh staf senior pemerintahan dan terjadi di tengah tekanan dari investor Tesla yang menginginkan ia lebih fokus pada perusahaannya, terutama di tengah penurunan penjualan dan harga saham. Selain itu, Musk juga telah mengumumkan rencana untuk mengurangi pengeluaran politisnya secara signifikan. Meskipun Musk keluar, Gedung Putih menegaskan bahwa misi efisiensi di DOGE akan tetap dilanjutkan sebagai bagian dari budaya kerja baru dalam pemerintahan Amerika Serikat. Keputusan dan dinamika ini menunjukkan tantangan besar dalam upaya reformasi birokrasi pemerintah yang melibatkan figur publik dari sektor swasta.