Huawei Ditolak Batalkan Dakwaan Pencurian Teknologi dan Penipuan Bank di AS
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
02 Jul 2025
110 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Huawei menghadapi tuduhan serius terkait pencurian teknologi dan penipuan bank.
Skycom diduga berfungsi sebagai anak perusahaan Huawei di Iran.
Pengadilan AS menolak permohonan Huawei untuk membatalkan sebagian besar dakwaan yang diajukan.
Huawei Technologies menghadapi tuduhan serius di Amerika Serikat yang menuduh perusahaan tersebut mencoba mencuri rahasia teknologi dari pesaingnya di AS. Selain itu, Huawei juga dituduh menipu bank terkait aktivitas bisnisnya di Iran melalui perusahaan bernama Skycom.
Seorang hakim pengadilan distrik di Brooklyn, New York, menolak permohonan Huawei untuk membatalkan sebagian besar dakwaan yang diajukan. Hakim Ann Donnelly menilai ada cukup bukti yang diajukan oleh jaksa penuntut untuk melanjutkan kasus ini ke pengadilan.
Tuduhan yang diajukan Huawei termasuk melakukan racketeering atau pemerasan dan penipuan bank. Selain itu juga ada tuduhan pencurian rahasia dagang dari enam perusahaan yang menjadi pesaing Huawei di AS. Dakwaan ini merupakan bagian dari 16 jumlah dakwaan keseluruhan dalam kasus tersebut.
Salah satu fokus tuduhan adalah keterkaitan Huawei dengan Skycom, sebuah perusahaan Hongkong yang diduga bertindak sebagai anak perusahaan Huawei di Iran. Skycom disebut menerima lebih dari 100 juta dolar AS melalui sistem keuangan AS, yang menimbulkan dugaan pelanggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.
Huawei membantah semua tuduhan dan mengklaim bahwa mereka menjadi sasaran penuntutan yang mencari kesalahan. Proses persidangan rencananya akan dimulai pada Mei 2026 dan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan.
Analisis Ahli
John Bumgarner (Ahli hukum teknologi internasional)
Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap perusahaan teknologi global yang beroperasi lintas negara, terutama terkait aktivitas yang berpotensi merugikan keamanan nasional dan integritas sistem keuangan.
