Kepala IAEA: Program Nuklir Iran Bisa Kembali Aktif Dalam Beberapa Bulan
Sains
Fisika dan Kimia
29 Jun 2025
209 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Iran masih memiliki kapasitas untuk memulai kembali pengayaan uranium meskipun mengalami serangan.
IAEA menekankan pentingnya transparansi dan pemantauan terhadap program nuklir Iran.
Terdapat ketidakpastian mengenai lokasi dan jumlah persediaan uranium yang dimiliki Iran.
Baru-baru ini, Iran mengalami serangan besar terhadap fasilitas nuklirnya dari Israel dan Amerika Serikat. Banyak pihak percaya serangan ini menghambat program nuklir Iran selama bertahun-tahun.
Namun, kepala IAEA, Rafael Grossi, mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki beberapa aset penting yang belum hancur dan bisa memulai kembali pengayaan uranium dalam beberapa bulan ke depan.
Grossi juga mengatakan bahwa Iran mungkin sudah memindahkan sebagian uranium yang sudah diperkaya sebelum serangan terjadi, meskipun lokasi persediaan tersebut masih belum diketahui.
Situasi menjadi lebih rumit karena Iran menghentikan kerja sama dengan IAEA. Ini membatasi kemampuan para inspektur untuk memeriksa fasilitas yang rusak dan memastikan kondisi serta aktivitas di sana.
Sementara itu, klaim pejabat AS bahwa serangan tersebut menghambat Iran selama puluhan tahun dipertanyakan oleh Grossi, yang mengingatkan bahwa kemampuan teknis Iran masih utuh dan klaim tersebut dianggap terlalu sederhana.


