Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Sulit Capai Target Emisi Karena Tantangan Energi AI dan Faktor Luar

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (8mo ago) climate-and-environment (8mo ago)
28 Jun 2025
32 dibaca
2 menit
Google Sulit Capai Target Emisi Karena Tantangan Energi AI dan Faktor Luar

Rangkuman 15 Detik

Google mengalami peningkatan emisi karbon yang signifikan meskipun ada usaha untuk mengurangi jejak karbon.
Penggunaan AI yang meningkat di industri teknologi menyebabkan tantangan baru dalam pengelolaan energi.
Faktor eksternal seperti kebijakan iklim dan teknologi energi bersih mempengaruhi kemajuan pencapaian tujuan keberlanjutan.
Google melaporkan kenaikan emisi karbon yang cukup signifikan pada tahun lalu, mencapai 11,5 juta metrik ton atau naik 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini membuat target pengurangan emisi sebesar 50 persen pada 2030 menjadi sulit dicapai. Perusahaan menyebut beberapa faktor eksternal seperti perkembangan AI sebagai penyebab utama kesulitan memprediksi kebutuhan energi di masa depan. Dalam laporannya, Google membedakan beberapa kategori emisi yang dianggap berada di luar kendali langsung, seperti emisi dari rantai pasokan dan program makanan, yang tidak dimasukkan dalam perhitungan emisi ambisi mereka. Meski begitu, total emisi sebenarnya menurut data yang ada mencapai lebih dari 15 juta metrik ton CO2, setara hampir 40 pembangkit listrik gas setiap tahunnya. Penggunaan energi yang meningkat akibat AI tidak hanya dialami Google, tapi juga perusahaan besar lain seperti Microsoft dan Meta. Bahkan Meta sedang membangun data center besar berbahan bakar gas di Louisiana, sementara pemerintah AS di bawah Donald Trump mendukung pemanfaatan batu bara untuk pusat data AI, yang memperkuat tantangan pengurangan emisi. Meskipun penggunaan energi dari AI terus naik, Google berhasil mengurangi emisi karbon dari pusat data sebesar 12 persen dibandingkan sebelumnya. Namun, emisi itu masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan level tahun 2019, menandakan perjalanan menuju target tetap penuh tantangan. Perubahan dalam kebijakan iklim dan energi, lambatnya adopsi teknologi bebas karbon, serta minimnya solusi energi bersih di beberapa wilayah menjadi faktor eksternal yang mempersulit Google dalam mencapai sasaran. Perusahaan menegaskan perlunya fleksibilitas dalam menghadapi kondisi ini agar progres terhadap target tetap berjalan.