Emisi Karbon Google Meningkat Akibat Lonjakan Penggunaan AI, Hambat Target Lingkungan
Sains
Iklim dan Lingkungan
28 Jun 2025
9 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Emisi karbon Google terus meningkat, menantang tujuan keberlanjutan yang ditetapkan.
Penggunaan energi yang tinggi akibat kecerdasan buatan menjadi perhatian utama bagi perusahaan teknologi.
Faktor eksternal seperti kebijakan dan teknologi energi bebas karbon mempengaruhi kemajuan Google dalam keberlanjutan.
Google menghadapi peningkatan emisi karbon seiring kemajuan teknologi AI yang mereka dorong dalam bisnisnya. Pada tahun terakhir, emisi mereka naik sebesar 11 persen dibanding tahun sebelumnya dan 51 persen dari tingkat 2019, membuat target pengurangan emisi 50 persen pada 2030 semakin sulit dicapai.
Target Google menghitung emisi yang mereka sebut 'ambition-based' tidak termasuk seluruh emisi rantai pasokan, seperti barang, jasa, dan program makanan yang dianggap tidak langsung terkait bisnis inti Alphabet. Jika semua emisi dihitung, total polusi karbonnya mencapai sekitar 15,18 juta metrik ton CO2, setara dengan hampir 40 pembangkit listrik gas dalam setahun.
Meski emisi dari pusat data Google turun 12 persen, konsumsi energi tetap naik karena beban komputasi untuk AI yang terus bertambah. AI menyebabkan perubahan signifikan dalam kebutuhan energi dan membuat prediksi penggunaan energi menjadi sulit, sehingga memengaruhi jalur emisi di masa depan.
Faktor eksternal seperti perubahan kebijakan iklim dan energi, juga lambannya penggunaan teknologi berenergi bersih serta keterbatasan solusi energi bebas karbon di berbagai pasar menambah tantangan Google dalam mencapai target hijau mereka. Perusahaan teknologi besar lain seperti Microsoft dan Meta pun menghadapi peningkatan konsumsi energi seiring pemanfaatan AI.
Dalam konteks ini, ada pula kebijakan yang mendukung penggunaan energi fosil, seperti perintah presiden AS yang mendorong penggunaan batu bara untuk pusat data AI. Ini menunjukkan kompleksitas dan tantangan dalam mengintegrasikan teknologi maju sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
